Peluang UKM tembus pasar global, ini kuncinya

Batam Centre, BatamEkbiz.Com — Hadirnya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UMK). Namun pelaku UKM dapat membalik tantangan menjadi peluang bagi produk-produknya agar bisa menembus pasar internasional. Kuncinya, adalah inovasi, meningkatkan standar mutu produksi, dan memahami lingkungan pasar internasional.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pasar, Koperasi, dan UKM Kota Batam, Pebrialin mengatakan, menghadapi era pasar global membutuhkan kesiapan yang matang bagi pelaku UKM. Untuk mematangkan kesiapan itu, pihaknya mulai intens memberikan pelatihan bagi pelaku UKM, terutama terkait peningkatan kualitas produk, kemasan, dan proses ekspor jika harus memasarkan produknya keluar negeri.

“Saya yakin pelaku UKM di Batam mampu bersaing selagi kreatif dan inovatif dalam menghasilkan produknya,” katanya, Jumat (11/12/2015).

Pebrialin menjelaskan, dengan kreativitas dan inovasi, produk UKM akan memiliki keunggulan. Untuk menghasilkan keunggulan, mau tak mau pelaku UKM harus mampu menguasai teknologi yang bisa menghasilkan produk bermutu.

Geografis Batam yang ada di daerah perbatasan merupakan kelebihan tersendiri, karena akan memudahkan logistik dan transportasi. Hanya saja, perbaikan harus terus menerus dilakukan dalam berproduksi, andal menangani pelanggan agar dipercaya, serta konsisten memasok produk bisnis.

“Produk-produk UKM dari luar juga pasti masuk ke Batam, karena daerah ini gerbang utama dengan negara tetangga,” katanya.

Oleh karenanya, pihaknya terus mendorong pelaku UMKM lokal untuk memahami mekanisme ekspor, pembenahan kualitas produk, termasuk kemasan. “Pasar terdekat kita Singapura dan Malaysia,” kata dia.

Untuk dua negara ini, UKM Batam bisa bersaing di sejumlah sektor, terutama kuliner. Pelaku UKM bisa memanfaatkan Batam sebagai basis maritim.

“Kita bisa memanfaatkan kemaritiman, yakni mengelola makanan berbahan ikan. Selain itu, limbah dari kerang dan gonggong juga bisa dimanfaatkan sebagai bahan membuat kerajinan yang bisa bersaing dengan produk UKM negara tetangga,” pungkasnya. (R05)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *