Pemerintah Diminta Kaji Ulang Biaya Perawatan Jembatan Barelang Rp34 Miliar

Galang, BatamEkbiz.Com — Anggota Tim Komisi V DPR, Anton Sihombing meminta pemerintah mengkaji ulang biaya pemeliharaan Jembatan Barelang yang mencapai Rp34 miliar per tahun. Jembatan Barelang merupakan ikon Batam, baik oleh warga Batam maupun wisatawan mancanegara, sehingga perawatannya harus jelas dan maksimal.

“Biaya perawatan sekitar Rp34 miliar per tahun mereka kategorikan tiga bagian. Apakah perawatannya begitu besar dalam satu tahun, itu berdasarkan penilaian dari mana? Kita minta pemerintah mengkaji ulang, jangan pemeliharaan itu biayanya berdasarkan hitung-hitungan kontraktor. Harus dikaji ulang dengan spek yang jelas dengan hitung-hitungan yang jelas dan maksimal pula, jangan seperti jembatan yang di Kalimantan,” kata Anton baru baru ini saat bersama Tim Komisi V DPR mengunjungi Batam.

Anggota Tim Syarief Abdullah menambahkan, semua jembatan bentang panjang seperti Balerang menjadi pengawasan DPR bersama Kementerian teknis, dalam hal ini Kementerian PUPR.

“Sedini mungkin kita deteksi apa yang menjadi persoalan. Ke depan persoalan ini akan juga berdampak terhadap beban anggaran pemeliharaan dan fasilitas-fasilitas yang memang tidak bisa ditangani Otorita (Badan Pengusahaan) maupun Pemko Batam. Harus kita tarik menjadi kewenangan pemerintah pusat sehingga pemerintah pusat bisa intervensi terhadap perbaikan pemeliharaan,” kata anggota dari Fraksi Nasdem ini.

Anggota Komisi V Bahrum Daido mempertanyakan apakah anggaran untuk pemeliharaan Jembatan Barelang tersebut akan menjadi kewenangan Kementerian PU. “Kita mau melihat apakah kewenangan penempatan anggaran tersebut cocok untuk kewenangan Kementerian PU. Apakah status jembatan Barelang ini masuk wilayah Otorita Batam (Badan Pengusahaan) atau kewenangan Pemda,” katanya dengan menambahkan, kalau masuk ke dalam wilayah Pemda ini tidak boleh ada tumpang tindih, sebab bertentangan dengan UU Otonomi Daerah

Sementara itu Kementerian PUPR melalui Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) IV melakukan rehabilitasi/pemeliharaan berkala terhadap jembatan Raja Haji Fisabilillah Batam atau yang dikenal dengan nama Jembatan Barelang. Pemeliharaan itu dilakukan dengan tindakan penanganan pada struktur jembatan, bangunan bawah jembatan, dan pekerjaan pelengkap lainnya dengan alokasi anggaran tahun 2017 senilai Rp34 miliar.

Rehabilitasi/pemeliharaan berkala terhadap jembatan Barelang yang menjadi penghubung Batam, Rempang, Galang ini diserahkan ke Kementerian PUPR baru dilaksanakan tahun ini setelah hampir 20 tahun tak pernah dilakukan pemeliharaan oleh BP Batam. Pemeliharaan diperkirakan rampung akhir 2017 mendatang dengan progres saat ini sebesar 42,09%.

Pemeliharaan jembatan dengan bentang terpanjang 350 meter tersebut terus berjalan dengan pengecekan gaya kabel di 106 kabel (pekerjaan lift off angkur bagian bawah), penggantian strand, penggantian karet penutup guide pipe dan stay pipe dengan AVP, penggantian Cap dan Grease pada angkur bawah deck, dan kepala angkur pylon.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jembatan, Iwan Zarkasyi, ketika mendampingi rombongan Komisi V DPR RI melakukan kunjungan kerja Panja Transportasi Darat, Jembatan Bentang Panjang, dan Preservasi Jalan Nasional ke Jembatan Barelang Batam, yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi V DPR, Anton Sukartono Suratto pada 22 November 2017.

Sementara Kepala BPJN IV, Junaidi mengatakan, kondisi jembatan ini setelah dilakukan pemeliharaan sudah sangat bagus. Namun tetap harus dilakukan pemeliharaan rutin. Menurutnya, kemarin empat kabel yang rusak juga sudah diganti.

“Tahap pertama sedang kita perbaiki dan kita sedang mengganti bagian-bagian yang rusak,” tutur Junaidi. (hms)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *