Penanganan Banjir Seibeduk Terkendala Lahan Hunian Warga

Tanjungpiayu, BatamEkbiz.Com — Kecamatan Seibeduk membutuhkan drainase yang lebih besar untuk mengatasi masalah banjir yang kerap melanda wilayah ini. Kawasan yang kerap banjir setiap turun hujan deras adalah jalan raya depan Rusun Anggrek Kelurahan Duriangkang, Simpang GMP sampai Pasar Pancur, simpang dekat SMPN 40 Duriangkang, simpang Bukit Kemuning, Pancur Biru, Pondok Graha, dan Mangsang.

Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengungkapkan, permasalahan banjir di kawasan Seibeduk belum bisa teratasi sepenuhnya. Karena lahan yang akan dijadikan saluran air menuju ke laut masih ditempati warga.

“Kami minta dukungan kepada warga masyarakat , terutama Kelurahan Tanjungpiayu untuk mendukung program Pemko Batam mengatasi banjir. Air di Seibeduk ini mengalir ke laut, sehingga harus dibuatkan drainase yang lebih besar,” katanya saat acara pembagian sembako murah di Lapangan Usman Harun Tanjungpiayu, Minggu 29 Oktober 2017.

Selain terkendala lahan, penanganan banjir di Seibeduk juga terkendala maraknya bangunan liar di kawasan bufferzone. Seperti bangunan kios depan Rusun Anggrek maupun rumah liar di kawasan Pancur.

Menurut Rudi, lahan yang akan dibangun drainase di kawasan Kampung Sukadamai itu sampai sekarang masih ditempati warga. Mereka tidak mau pindah dari kawasan tersebut.

“Kalau masyarakat di bawah yang tinggal di Kampung Sukadamai tidak mau tanah yang ditempati dijadikan saluran besar untuk drainase, permasalahan banjir ini tidak akan selesai. Tapi kalau bapak dan ibu-ibu mendukung dan kompak mengatasi banjir, kami berharap bisa menyelesaikan masalah tanpa masalah,” kata Rudi.

Jika masih terus terjadi banjir, jelas Rudi, masyarakat akan menuding Wali Kota yang tidak bisa mengatasi banjir. Padahal permasalahannya ada pada masyarakat yang enggan pindah dari lahan yang akan digunakan untuk drainase. Sebab kalau menggunakan alat sedot atau pompa air, akan membutuhkan biaya yang sangat besar.

Pantauan BatamEkbiz.Com di lapangan, drainase yang ada di Seipancur sudah tidak mampu lagi menampung air saat hujan deras turun. Air tersebut datang dari kawasan Duriangkang, Mangsang, hingga Mukakuning.

Drainase yang ada sekarang terlalu kecil untuk menampung curah hujan, sehingga air meluber kemana-mana. Apalagi di kanan dan kiri sungai tersebut penuh dengan bangunan rumah warga.

Hanan, warga Seibeduk kepada BatamEkbiz.Com mengatakan, ia sangat mendukung program Wali Kota Batam untuk mengatasi banjir di Seibeduk dengan membuat drainase yang besar. “Untuk membuat drainase besar itu, semua perlu dukungan warga Seibeduk,” katanya. (adi)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *