Pengembangan Pariwisata Kepri Harus Didukung SDM Andal

Sekupang, BatamEkbiz.Com — Menghadapi era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), pemerintahan dituntut lebih adaptif dan antisipatif terhadap berbagai perubahan yang sedang dan akan terjadi. Menghadapi berbagai tantangan itu, pemerintah tak bisa sendiri, harus ada keterlibatan berbagai pihak, khususnya dari perguruan tinggi untuk mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang andal.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Asman Abnur mengatakan, salah satu perubahan yang begitu masif terjadi dalam teknologi informasi, pengaruhnya sangat luas bagi masyarakat maupun birokrasi pemerintahan. Penciptaan SDM yang andal dalam bidang teknologi informasi menjadi tanggungjawab bersama.

“Saya memandang perlu dilakukan langkah-langkah strategis untuk mendorong penciptaan sumber daya manusia yang andal dalam bidang teknologi informasi,” ujarnya saat menjadi Keynote Speech Kepri Tourism Outlook 2018 di Kampus Batam Tourism Polytechnic (BTP), Batam, Kamis 23 November 2017.

Menurut Asman, Kepri perlu membangun SDM profesional pariwisata guna meningkatkan daya saing pariwisata Kepri. Pelaku industri pariwisata ini minimal menguasai dua bahasa.

“Kalau dua bahasa ini sudah dikuasai, kita tidak akan lagi mengekspor pembantu ke luar negeri. Ke Dubai, Amsterdam, kita lihat anak-anak kita di situ. Jangan kita ke rumah kawan di luar negeri, ada anak kita dari Indonesia jadi pembantu di situ,” katanya.

Asman menjelaskan, pendidikan kejuruan atau vocational menjadi ciri khas, model di Indonesia. Terutama dalam mencetak SDM yang siap terjun ke dunia industri pariwisata.

“Orang yang punya pengalaman 10, 20, 30 tahun di bidangnya, setara Doktor. Dia boleh mengajar di pendidikan vocational. Karena kalau menunggu sampai dapat gelar Doktor, lama,” katanya.

Selain itu penguasaan teknologi juga dibutuhkan oleh SDM pariwisata. Karena perkembangan teknologi informasi ini sangat cepat dan turut mendorong perubahan di sektor lain, seperti berkembangnya sektor transportasi umum dan sebagainya.

“Dengan berkembangnya teknologi, ada manusia yang bekerja dengan perangkat lunak. Kita harus siapkan itu. Ada yang di bidang hardware, misal technical engineering. Mari buka wawasan agar kita tidak ketinggalan,” ujar politisi PAN ini.

Dalam pelaksanaan pendidikan vokasi, dunia pendidikan juga tidak boleh kaku. Harus ada inovasi baru di bidang program studi yang menyesuaikan dengan perkembangan waktu.

Bagaimana caranya menciptakan program studi yang fokus pada kebutuhan pasar. Tidak hanya berorientasi pada menciptakan sarjana. Atau bagaimana menciptakan sistem sertifikasi profesi sehingga diakui luar negeri.

“Sekarang zamannya Masyarakat Ekonomi Asean, tenaga kerja tidak ada lagi batasnya. Orang asing boleh kerja di Indonesia. Kita juga boleh kerja di luar negeri. Ini tantangan kita ke depan. Persiapan apa yang harus kita lakukan,” ujarnya.

Pelaksana Kepri Tourism Outlook, Nur M Nasution mengatakan ini merupakan kegiatan pertama. Dan diharapkan bisa menjadi agenda rutin di tahun-tahun mendatang.

“Kita akan regulerkan, setiap tahun. Mudah-mudahan kita dapat sesuatu untuk pariwisata Kepri dari sini,” kata Direktur Batam Tourism Polytechnic ini. (hms)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *