Perantau dan TKA Berburu Kerja di Batam

Mukakuning, BatamEkbiz.Com — Ratusan pria dan wanita berseragam hitam putih terlihat teliti menatap poin-poin informasi yang terpampang di kertas berukuran A4. Kertas itu ditempel seorang security kawasan industri Batamindo, Mukakuning, Batam di papan yang disediakan di Multi Purphose Hall, samping Pujasera Batamindo, Rabu, 11 Januari 2017.

“Persyaratan tidak masuk, yang dibutuhkan sarjana S1, sedangkan saya hanya tamatan SMA,” ujar Mardani (19) usai melihat papan informasi.

Mardani adalah seorang dari ratusan pemburu kerja yang hampir setiap hari mangkal di CC Mukakuning. Pemuda asal Bukittinggi, Sumatera Barat ini sudah tiga bulan di Batam dan masih menganggur. Ia tidak sendiri, ada lima pemuda lain asal kampungnya yang juga merantau ke Batam.

Menurutnya, lapangan kerja di Batam masih menjanjikan dibanding di daerah asalnya Sumatera Barat. Upah minimum kota (UMK) di Batam juga lebih tinggi.

Hanya saja untuk mendapatkan pekerjaan tak semudah membalikkan tangan, apalagi bagi dirinya yang hanya tamatan SMA. Butuh kesabaran dan usaha untuk mendapatkan informasi lowongan pekerjaan.

“Untung-untungan juga, kadang cepat dan kadang bisa lama. Yang penting lamaran pekerjaan bisa masuk dulu, sehingga terbuka harapan untuk mendapatkan kerja,” kata pria yang tinggal menumpang sama kakaknya tersebut di kawasan Sagulung.

Tingginya tingkat pengangguran sudah menjadi persoalan serius bagi Batam. Di Kecamatan Sagulung saja, tak kurang dari 3.160 orang menganggur selama periode Januari sampai Oktober 2016.

“Kebanyakan perempuan, ada sekitar 1.818 orang. Sedangkan jumlah pengangguran laki-laki ada sekitar 1.342 orang,” kata Kasubag Umum Kecamatan Sagulung, Gusti Ayu.

Penyumbang tingginya pengangguran bukan hanya dari penduduk luar daerah yang berbondong-bondong masuk ke Batam. Tapi juga maraknya tenaga kerja asing (TKA) yang menyusup diam-diam ke Batam untuk bekerja dengan memanfaatkan visa kunjungan.

“Pendatang yang datang ke Batam kebanyakan tak memiliki skill, sehingga membuat angka pengangguran semakin tinggi,” ungkap Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad beberapa waktu lalu. (R05)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *