Ratusan Penumpang Kapal Boat Terlantar di Pelabuhan Rakyat Tanjunguma Batam

Jodoh, BatamEkbiz.Com – Ratusan penumpang kapal Boat yang mau mudik ke kampong halaman terlantar di pelabuhan rakyat Tanjung Uma Batam sejak Rabu , 14 Juni 2018.

Pantauan BatamEkbiz.com, Kamis ,14 Juni 2028 suasana pelabuhan tampak tegang dengan sorak-sorakan hingga mengganggu warga sekitar pelabuhan dan hampir beradu jotos, raut muka penumpang memendam amarah dan stress karena tiket sudah dibeli tapi kapal tidak berlayar.

Salah satu penumpang Herman mengatakan sudah 2 hari di pelabuhan mengaku kecewa pelayanan buruk yang diterimanya,” selama ini kapal bisa berangkat kenapa sekarang mau mudik lebaran kapal tidak bisa berangkat, kalau tidak boleh berangkat tutup saja pelabuhanl ini “ Ujarnya.

Dikatakanya pemerintah Batam harus turun tangan membantu rakyatnya yang mau mudik ke kampong halamanyang sedang terlantar di pelabuhan karena tidak ada kepastian dari pemilik kapal, “Tolong pemerintah fasilitasi dan beri solusi kapal pengangkut penumpang agar kami bisa mudik lebaran” Timpalnya.

Pemilik kapal penumpang H. Syamsir menjelaskan pengurusan dokumen dan izin berlayar diserahkan oleh perusahaan keagenan kapal yang bernama Anto namun hingga sekarang surat izin berlayar belum diterima nahkoda kapal “Kalau sore ini surat izin berlayar baru dikeluarkan petugas, kapal tidak saya izin berlayar karena kapal sampainya malam ke empat kapal tersebut tidak ada radar” Tegasnya.

Adapun rute kapal boat yakni melayari Pulau-pulau: Pelabuhan rakyar Tanjung Uma Batam, Moro, Guntung, Teluk Lanjut, Perigi, Lajau, Kuala Enok, Pulau KIjang dan Kota Baru (Tembilahan), sedangkan nama kapal Boat pengangkut penumpang di pelabuhan Rakyat Tanjung Uma yakni: Berkat Ilahi,Ross Andre, Siak Wisata dan Wirta

Diterangkanya kapal penumpang pelabuhan rakyat tanjung uma Batam rutin melayani penumpang ke pulau-pulau dan beroperasi sudah 5 tahun, ada 200 orang penumpang yang mau berangkat sampai sekarang tidak ada kejelasan dari pemerintah, kapal memiliki dokumen lengkap dan layak berlayar melayani penumpang yang mau mudik lebaran namun tidak di berikan surat izin berlayar dari instansi terkait,”

“Bagaimana kami mau berangkat kalau tidak mengantongi surat izin berlayar ini melanggar aturan dan sangsinya berat” Ucapnya.

Dikatakan Syamsir Prosesi mulai dari tes urine kepada nahkoda kapal yang dilakukan oleh Kapten Joko dari Lanal Batam telah kami lalui dan hasilnya nahkoda negative dan bersih dari pengguna narkoba.

“Kami tidak mau ada pembiaran kondisi seperti ini,kemarin datang syahbandar tapi diam-diam pergi begitu saja”terangnya.

Kepala Kantor Pelabuhan Batam Capten Barlet Siagian saat dikonfirmasi mengelak dan mengaku pihaknya tidak pernah mengeluarkan surat pesetujuan berlayar(SPB) untuk kapal boat penumpang di pelabuhan Tanjung Uma “itu yang mengeluarkan SPB dari Dinas perhubungan Kota Batam” Terangnya.

Namun saat media ini mengkonprontir kepada kkepala bidang pelabuhan laut dinas perhubungan kota Batam Santoso mengatakan hal yang sama pihaknya tidak pernah mengeluarkan SPB, “Itu kewenangan Syahbandar dalam hal ini kantor pelabuhan Batam”, Tegasnya.

Kedua institusi saling melempar tanggung jawab dan mengaku tidak pernah mengeluarkan SPB hal yang sangat pelik, karena jelas-jelas aturan yang berwenang mengeluarkan SPB adalah petugas syahbandar dalam hal ini kantor pelabuhan Batam, namun kepala kantor pelabuhan Batam mengaku tidak mengeluarkan izin SPB. Adi(Amrul)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *