Refleksi Peringatan May Day 2017 dan Perjuangan Buruh

Oleh

Mahayudin

Wakil Ketua Pemuda Muhammadiyah Provinsi Kepri

 

Hari Buruh dirayakan pada tanggal 1 Mei, dan dikenal dengan sebutan May Day. Hari buruh adalah hari libur (di beberapa negara) tahunan yang berawal dari usaha gerakan serikat buruh untuk merayakan keberhasilan ekonomi dan sosial para buruh.

Berkat perjuangan Buruh Indonesia, May Day menjadi hari libur nasional. Tepatnya hari Kamis, tanggal 1 Mei 2014, menjadi awal rakyat Indonesia merayakan hari kebangkitan buruh dan sampai hari ini buruh dan rakyat Indonesia bisa menikmatinya.

Pada masa orde baru, May Day tidak boleh dirayakan oleh buruh Indonesia. Pasalnya, perayaan hari buruh menurut penguasa saat itu adalah bagian dari ekspansi idelogi komunis terhadap rakyat Indonesia, terutama pada kelas pekerja.

Namun, setelah melalui rentetan perjuangan panjang, akhirnya keinginan buruh indonesia diakomodir oleh Presiden SBY dan menetapkan May Day menjadi hari libur nasional.

Di kancah internasional, May Day lahir dari tangan buruh yang tertindas oleh kaum kapitalis industri yang saat itu berjaya di Amerika Serikat dan Eropa Barat pada abat ke-19. Kondisi buruh amat terpuruk. Buruh saat itu berkerja selama 19 jam sampai 20 jam tiap hari dengan upah yang murah, dan tidak ada sistem lembur. Kondisi pabrik yang tidak aman, melahirkan perlawanan dari pekerja.

Perlawanan yang dilakukan buruh saat itu dengan mogok kerja dan pertama terjadi di Amerika Serikat pada tahun 1806 oleh pekerja Cordwainers. Pemogokan itu membawa para pengorganisirnya ke meja pengadilan dan juga mengangkat fakta bahwa kelas pekerja dalam kondisi terpuruk. Sejak itu, perjuangan untuk menuntut direduksinya jam kerja menjadi agenda bersama kelas pekerja di Amerika Serikat.

Peter McGuire dan Matthew Maguire adalah dua orang yang dianggap berjasa lahirnya May Day dan penghormatan untuk para pekerja.  McGuire seorang pekerja mesin dari Paterson, New Jersey.  Pada tahun  1872, McGuire dan 100.000 pekerja melakukan aksi mogok untuk menuntut pengurangan jam kerja. Lalu, melanjutkan berbicara dengan para pekerja dan para pengangguran serta melobi pemerintah untuk menyediakan pekerjaan dan uang lembur.

Pada tahun1881, McGuire mengorganisasi para tukang kayu dan mendirikan persatuan tukang kayu di Chicago dengan McGuire sebagai Sekretaris Umum dari “United Brotherhood of Carpenters and Joiners of America”. Ide untuk mengorganisasikan pekerja menurut bidang keahlian mereka kemudian merebak ke seluruh negara.

McGuire dan para pekerja di kota-kota lain merencanakan hari libur untuk para pekerja di setiap Senin pertama bulan September di antara Hari Kemerdekaan dan Hari Pengucapan Syukur.

Pada tanggal 5 September 1882, parade Hari Buruh pertama diadakan di Kota New York dengan peserta 20.000 orang yang membawa spanduk bertulisan 8 jam kerja, 8 jam istirahat, 8 jam rekreasi. Maguire dan McGuire memainkan peran penting dalam menyelenggarakan parade ini. Dalam tahun-tahun berikutnya, gagasan ini menyebar dan semua negara bagian merayakannya

Kongres Internasional Pertama buruh diselenggarakan pada September 1866 di Jenewa, Swiss, dihadiri berbagai elemen organisasi pekerja belahan dunia. Kongres ini menetapkan sebuah tuntutan mereduksi jam kerja menjadi delapan jam sehari dan kongres mengubah tuntutan ini menjadi landasan umum kelas pekerja seluruh dunia.

1 Mei ditetapkan sebagai hari perjuangan kelas pekerja dunia pada Konggres 1886 oleh Federation of Organized Trades and Labor Unions, selain memberikan momen tuntutan delapan jam sehari, memberikan semangat baru perjuangan kelas pekerja yang mencapai titik masif di era tersebut.

Tanggal 1 Mei dipilih karena pada 1884 Federation of Organized Trades and Labor Unions, yang terinspirasi oleh kesuksesan aksi buruh di Kanada 1872, menuntut delapan jam kerja di Amerika Serikat dan diberlakukan mulai 1 Mei 1886.

Refleksi May Day buruh Indonesia acakali dengan menggelar demonstrasi, menuntut kebijakan pemerintah yang tidak pro buruh. Tidak terkecuali, serikat pekerja dibeberapa daerah malakukan ujukrasa dengan tuntutan yang sama dengan menambah isu lokal.

Demo Buruh Batam

Organisasi Buruh Batam, seakan tidak pernah apsen melakukan demo pada momen may day. Buruh Batam juga terkenal dengan aksi masa yang cukup masif. Karyawan pabrik di seluruh kawasan industri di batam berpartispasi dalam aksi buruh, sehingga masa setiap aksi cukup banyak.

Langkah perjuangan buruh Batam dengan demostrasi, kadang menunai pro-kontrak dari masyarakat, yang tidak suka demo. Karena  menurut sebagian orang, demo buruh yang terus-menurus di Batam dinilai kurang tepat, sebab akan menimbulkan kemacetan dan menganggu investasi di Batam. Pasalnya batam sebagai kota industri harus dijaga keamanan invstor. Sebab Batam berkembang dan maju banyak dari investor asing di sektor industri dan pemodal pasti menginginkan batam tetap kondusif dan jauh dari pergerakan ekstrim atau cenderung menganggu keamanan di Batam.

Ditambah tuntutan buruh batam kurang mengangkat fenomena pengangguran yang banyak terjadi di Batam. Orang menilai, buruh hanya berdemo untuk kesejahteraan pekerja yang sedang berkerja saja. tapi kurang membawa solusi untuk mengantisipasi pengangguran yang banyak di batam.

Batam sekarang bagaikan kota pengangguran. Banyak pemuda-pemudi di pulau Batam terkurung dalam lubang pengangguran dan  Batam tidak seindah dulu. Sekarang semua sudah menjerit, industri shipyard hampir lumpuh, banyak pekerja dirumahkan dan perusahaan banyak tutup. Begitu juga di industri elektronik yang ada dibeberapa kawasan industri. Satu demi satu hengkang dari Batam dan menutup pabriknya.

Momen may day 2017, harus menjadi renungan berama untuk para buruh dan stakeholde di Batam untuk memabangun ekonomi yang merata dan berusaha meningkatkan investasi. Dan tentu bisa membuka lapangan kerja baru untuk pencari kerja di Batam. Sebab substansi dari May Day adalah merayakan perjuangan buruh dalam melawan hegomoni kaum pemodal dan penanda bangkitnya ekonimi buruh dan masyarakat. Maka pesan penting yang perlu direduksi untuk hari buruh adalah membangun keadilan berkerja untuk segenap rakyat indonesia dan keadilan ekonomi untuk para buruh.

Pengangguran harus menjadi beban  bersama baik Serikat buruh dan pemerintah kota serta para stakeholder di Batam. Dengan demikian batam harus dirawat dengan seksama, untuk menjaga keamanan dan berusaha mendatangkan  investastor baru, agar perusahaan banyak beroperasi. Otomatis bursa kerja berjalan dengan sehat serta bisa menampung pemuda-pemudi yang sekarang sedang mencari kerja. Al-hasil masyarakat batam sejehatera buruh, jaya selalu… selamat hari buruh, semoga sukses selalu perjuangan buruh.

 

Sumber : wikipedia

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *