SDS Insan Madani, pengabdian ditengah keterbatasan

Batam Centre, BatamEkbiz.Com — Keterbatasan lokal dan pendanaan, tak menjadikan Sekolah Dasar Swasta (SDS) Insan Madani surut langkah beroperasi. Sekolah yang dibuka pada 2012 lalu, tetap menjalankan proses belajar mengajar dengan menyewa sebuah ruangan di lantai dasar Masjid Agung Batam Centre.

Ketika sekolah negeri banjir penerimaan murid baru, SDS Insan Madani justru minim murid. Dalam dua tahun ajaran baru, SDS Insan Madani hanya 10 murid yang mendaftar di SDS Insan Madani. Mereka ditempatkan di satu ruangan berukuran sekitar 5×10 meter, diisi 5 murid di kelas 1 dan 5 murid lagi di kelas 2.

Untuk memisahkan ruang belajar murid di masing-masing kelas, digunakan rak kayu dengan tinggi sekitar 1,5 meter. Meski keberadaan rak tidak mampu menyekat ruang kelas hingga ke atas, namun guru dan siswa tetap mampu menjalani proses belajar mengajar dengan nyaman.

“Awalnya sempat ragu juga untuk meneruskan pembelajaran, melihat minimnya jumlah murid yang mendaftar. Namun melihat semangat para guru dan siswa, semakin menguatkan kami untuk terus menjalankan proses belajar mengajar,” ungkap Kepala Sekolah SDS Insan Madani, Puji Astuti, beberapa waktu lalu.

Menurut Puji, ruang proses belajar mengajar di lantai dasar Masjid Agung ini hanyalah sementara. Menunggu pembangunan gedung sekolah permanen di depan Asrama Haji Batam Centre selesai. Diperkirakan pada 2014 mendatang, gedung baru yang akan dibangun berdampingan dengan Rumah Sakit Haji ini sudah bisa ditempati dan digunakan sebagai tempat proses belajar mengajar.

Dengan mengadopsi kurikulum nasional dan internasional, pembelajaran di SDS Insan Madani dilakukan berbasiskan Student Centred Learning (SCL) dan Creative Learning. Pembelajaran berbasiskan SCL merupakan proses pembelajaran yang berpusat pada siswa, bukan berfokus hanya kepada guru. Sehingga dapat mendorong siswa untuk terlibat secara aktif dalam membangun pengetahuan, sikap dan perilaku. Siswa juga dapat berpartisipasi secara aktif, dan memperoleh pemahaman yang mendalam guna meningkatkan mutu dan kualitas siswa.

Meskipun berada di pusat pemerintahan, ternyata murid SDS Insan Madani tidak hanya anak-anak dari keluarga muslim sekitar. Namun juga anak-anak dari daerah Tanjunguma, simpang Bandara, dan kawasan lainnya.

“Ketepatan saya dan suami bekerja di Batam Centre, dengan anak sekolah disini (SDS Insan Madani) mudah memantau dan menjaganya,” kata Kamsinah, orang tua Siti Hajar, salah seorang murid yang tinggal di kawasan Tanjunguma. (R02)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *