Sebulan Rumah Komposter DKP Hasilkan 20 Ton Kompos

Batuampar, BatamEkbiz.Com — Upaya masyarakat Batam untuk mengurangi kapasitas sampah rumah tangg terus meluas. Di antaranya dilakukan pihak tertentu melalui rumah komposter.

PT Duta Pudak Lestari (PT DPL) contohnya, menggagas gerakan sosial ‘Batam 1.000 Komposter’ dengan menyalurkan 1.000 tong pembuat sampah kepada kelompok-kelompok masyarakat. Melalui gerakan ini, sampah-sampah organik akan diolah menjadi kompos dan sampah anorganik dikelola bank sampah untuk didaur ulang. Sehingga sisanya tinggal residu.

Pengolahan kompos juga dilakukan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Batam. Melalui rumah komposter, setiap bulannya mampu menghasilkan kompos hingga 20 ton. Kompos tersebut digunakan untuk menyuburkan tanaman hias yang dirawat DKP.

Kasi Penyuluhan dan Pembinaan DKP Batam Rida Meliyana mengatakan, sampah yang didapatkan untuk produksi di rumah komposter tersebut didapat dari sampah rumah tangga dikawasan Kampung Tua Dapur 12.

“Kalau dalam satu bulan itu bisa mencapai 20 ton. Dibagikanlah itu satu mingguu sekitar 5 ton,”ujar Rida, ditemui di rumah komposter tersebut, Kamis, 20 Oktober 2016.

Sampah yang didapatkan itu kemudian dicacah menggunakan mesin tersendiri sebelum masuk ke penyaringan. Namun sayangnya, lanjut Rida, kesadaran masyarakat untuk memilah sampah organik dan dan non organik, mengharuskan petugas bekerja ekstra.

“Harus dipilah lagi sampai disini. Sebab sampahnya bercampur,”ujarnya.

Kompos yang dihasilkan, selain mensuplai kepada pekerja taman, juga untuk masyarakat. Ia sendiri turun langsung memberikan penyuluhan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait manfaat sampah.

“Kita beri pemahaman, Pilah, kompos dan daur ulang,” katanya.

Sementara pekerja rumah kompos, Mukhlis mengatakan, sampah yang didatangkan diambil sendiri dari sampah rumah tangga menggunakan motor becak. Dalam satu minggu, pihaknya melakukan produksi dua hingga tiga kali.

“Dari lingkungan sekitar saja,”jelasnya.

Peralatan yang ada di rumah komposter sendiri, juga ada mesin pres kertas, pencuci dan pengering kantong plastic. Sampah yang bernilai ekonomis non oragink itu dapat dijual lagi ke bank sampah.




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *