Sejumlah Kawasan di Singapura Terendam Banjir

SINGAPURA – Banjir merendam sejumlah kawasan di Singapura akibat hujan deras sejak Senin 8 Januari 2018 pagi. Kawasan itu adalah Tampines Avenue 12, Upper Changi Road/Bedok North Avenue 4, Bedok Road/Upper Changi Road East, Arumugam Road, Sims Avenue/Eunos Road 8, Sims Avenue/Tanjong Katong Road, Jalan Nipah, Bedok Road/New Upper Changi Road, dan Tampines Road.

Seorang pengemudi Uber, Melvin Lau mengatakan, dirinya sedang berkendara di sepanjang Jalan Bedok Utara 4 sekitar pukul 09.00 ketika banjir datang.

“Mobil saya nyaris terjebak di air. Saya harus menggunakan gigi satu dan perlahan keluar dari air,” ujar Melvin kepada Channel NewsAsia.

Pengalaman lain disampaikan seorang perempuan pengguna Grab Hitch yang terjebak genangan air yang cukup tinggi di dekat gedung Certis Cisco, Paya Lebar.

“Pengemudi membawa saya dan penumpang lain ke gedung Certis Cisco, tetapi kemudian kami tak bisa diantar ke sana karena lokasi pengantaran terendam air,” kata perempuan itu.

Akses ke Bandara Changi pun sempat terganggu. Sejumlah komuter tak bisa beroperasi karena genangan air cukup tinggi.

Berdasarkan video dan foto-foto yang dikirim publik Singapura kepada Strait Times menunjukkan banjir di Upper Changi Road sudah mencapai setinggi lutut orang dewasa. Bahkan sebuah mobil terendam banjir di bilangan stasiun MRT Paya Lebar. Di Bedok North, seorang perempuan berusaha keras mendorong mobilnya yang mogok akibat banjir.

“Banjir di Simpang Upper Changi Road dan Changi South Lane sudah mencapai lutut. Cuma lori besar dan bus yang bisa menembus banjir,” ungkap Mohammad Firdaus (33) yang baru saja dari gudang perusahaannya di Changi.

Sopir truk angkutan itu mengaku baru pertama kali melihat banjir yang begitu parah melanda Singapura.

Sopir yang bernasib sial lainnya adalah Ricky Ng (50). Mobilnya mogok ketika banjir terjadi di Bedok North Avenue 4 sekitar pukul 8.45 pagi waktu setempat.

“Mesin mobil saya mati mendadak. SCDF (Singapore Civil Defence Force) terpaksa ikut mendorong mobil saya dan 10 mobil lain sampai daerah tinggi di dekat kantor pemadam kebakaran,” ungkap manajer dari sebuah perusahaan informasi dan teknologi itu.

Ricky lalu membawa mobilnya ke bengkel untuk diperbaiki dan menghitung kerugian kerusakan. Ricky mengaku mobilnya sudah diasuransikan termasuk kerusakan akibat banjir.

Otoritas pertahanan sipil Singapura (SCDF), yang tugasnya termasuk sebagai pemadam kebakaran, bekerja keras memindahkan mobil-mobil yang mogok di tengah jalan karena pengemudinya nekat menerjang banjir. Juru bicara SCDF, sebagaimana dikutip dari The Straits Times, mengatakan, pihaknya berupaya memindahkan mobil-mobil mogok yang mengganggu arus lalu lintas. 30 petugas pemadam kebakaran dikerahkan ke beberapa lokasi.

Banjir pertama kali dilaporkan terjadi pada 08.30 waktu setempat dan baru mulai reda pada 10.30. Sebelumnya, ketinggian air di Sungai Tongkang, Kallang, dan Bedok, meningkat sehingga otoritas sudah mengantisipasi akan datangnya limpahan air.

Menurut perkiraan Badan Meteorologi Singapura, musim hujan mulai terjadi pada paruh pertama Januari 2018. Di periode itu curah hujan akan di atas normal. (inn)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *