Sekolah Dilarang Menerima Murid Melebihi Kuota

Batam Centre, BatamEkbiz.Com — Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam, Muslim Bidin mengingatkan sekolah agar tidak menerima murid melebihi ketentuan. Adapun ketentuan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 17 Tahun 2017 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

“Permen (peraturan menteri) sudah mulai berlaku. Di situ diatur untuk SMP maksimal 11 rombel (rombongan belajar) dan SD tiga rombel,” kata Muslim, Senin 3 Juli 2017.

Selain mengatur jumlah rombel, Permendikbud ini juga membatasi jumlah siswa per kelas. Untuk SMP rasio siswanya 32 per kelas. Sementara SD hanya 28 siswa di tiap kelas.

Menurut Muslim, jika sekolah memaksakan terima siswa lebihi ketentuan, akan diberi sanksi. Adapun sanksinya berpengaruh baik terhadap siswa, guru, maupun sekolah.

Siswa tidak akan mendapat nomor induk siswa. Sementara guru, tidak akan bisa ikut sertifikasi. Dan sekolah tidak akan menerima dana bantuan operasional sekolah (BOS).

“Dan pada gilirannya anak-anak tidak bisa ikut Ujian Nasional karena tidak punya nomor induk tadi,” kata dia.

Pada PPDB tahun ajaran 2017/2018 ini Kota Batam tetap menggunakan sistem daring (online). Meski begitu masih banyak orangtua yang mengantre di sekolah untuk mendapat nomor urut pendaftaran.

Hal ini jadi pertanyaan tersendiri bagi Muslim. Kenapa fasilitas kemudahan yang disiapkan pemerintah tidak dimanfaatkan oleh masyarakat.

“Padahal lewat HP Android saja sudah bisa. Atau buka saja situs kita, sudah bisa,” ujarnya.

Terkait zonasi, Muslim mengaku belum bisa terapkan di Batam. Karena aturan mengenai 90 persen warga sekitar sekolah perlu dibahas lebih lanjut.

Namun Batam menerapkan sistem rayonisasi untuk SD karena di tiap kecamatan sudah memiliki sekolah negeri yang banyak. Sedangkan SMP belum sepenuhnya rayonisasi per kecamatan karena penyebarannya belum merata.

“Rayon hampir sama konsepnya dengan zonasi. Tapi yang 90 persen daya tampung tidak kita berlakukan. Jumlah SMP (negeri) kita ada 56, SD 144,” kata Muslim.

Dengan sistem ini, siswa tetap bisa memilih tiga sekolah. Tapi dengan syarat lokasi sekolah yang masih berada di dalam satu rayon.

Sementara itu, Walikota Batam Muhammad Rudi berharap PPDB tahun ini bisa berjalan lancar. Jika ada masalah dengan sistem online, akan diterapkan kembali cara manual. (hms)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *