Seleksi Komisi Informasi Kepri tidak transparan?

Batamkota, BatamEkbiz.Com — DPRD Kepri telah menuntaskan uji kelayakan dan kepatutan (fit and propertest) Calon Anggota Komisi Informasi (KI) Kepri periode 2014-2018. Hasil uji kelayakan dan kepatutan, selanjutnya akan diajukan ke Gubernur Kepri untuk ditetapkan sebagai Anggota KI Kepri.

Fit and Propertest Calon Anggota Komisi Informasi di DPRD Kepri diikuti sebelas peserta yang lulus seleksi wawancara oleh Panitia Seleksi. Mereka adalah Arifuddin Jalil, Liesminidiningsih, Imamuddin Attas, Marte Lusiati, Jazuli, Jamhur Poti, Irwandy, Ferry Muliadi Manalu, Al Haris Rambe, Abdul Latief, dan Firdaus Hamta. Sedangkan Tim Fit and Propertest terdiri atas Hotman Hutapea sebagai Ketua, dengan anggota Jumaga Nadeak, Sarafuddin Aluan, Iskandar, Andi Lolo, Sukri Fahrial, dan Sekretaris DPRD Kepri.

Berdasarkan hasil fit and propertest, DPRD Kepri dikabarkan telah mengantongi lima nama untuk diajukan ke Gubernur Kepri. Kelima nama yang diperkirakan akan ditetapkan sebagai Anggota Komisi Informasi Kepri tersebut adalah Arifuddin Jalil, Liesminidiningsih, Jazuli, Irwandi, dan Fery Muliadi Manalu.

Beredarnya lima nama hasil fit and propertest ini memicu kecurigaan adanya “titipan” dan intervensi dari petinggi pemerintah daerah. Sejumlah peserta mengungkapkan adanya kejanggalan dan perbedaan perlakuan selama proses fit and propertest di DPRD Kepri. Salah satunya, perbedaan waktu selama fit and propertest terhadap masing-masing peserta.

“Rata-rata, setiap peserta mendapatkan waktu hampir satu jam dalam fit and propertest. Namun ada tiga peserta yang mendapatkan alokasi waktu berbeda, hanya sekira lima belas menit,” ujar seorang peserta yang enggan namanya disebutkan.

Anggota Tim Fit and Propertest DPRD Kepri, Sukri Fahrial enggan mengungkap nama-nama yang lulus uji kelayakan dan kepatutan KI Kepri. Menurutnya, ada pihak yang lebih berwenang yang akan mengumumkan nama-nama tersebut.

“Kami sudah sepakat, nantinya ada yang berwenang untuk mengumumkan itu (nama-nama yang lulus),” kilahnya, Jumat (25/7/2014).

Meski demikian, Sukri mengaku bahwa Tim Fit and Propertest DPRD Kepri sudah siap menyerahkan nama-nama yang menduduki urutan teratas pertama hingga lima dalam uji kelayakan dan kepatutan kepada Gubernur Kepri. Namun ia tidak bisa memastikan apakah nama urutan teratas pertama hingga lima yang diusulkan akan langsung disetujui dan ditetapkan oleh Gubernur Kepri sebagai Anggota KI Kepri periode empat tahun mendatang.

“Berubah atau tidak (nama yang diusulkan), kita lihat saja nanti,” ujarnya.

Kesan tertutupnya proses rekrutmen calon anggota KI Kepri disesalkan sejumlah peserta. Menurut seorang peserta, tidak ada jaminan bahwa uji kelayakan dan kepatutan oleh DPRD Kepri akan menghasilkan Komisioner KI yang memiliki kapasitas dan kompetensi yang sesuai. Apalagi jika dalam proses rekrutmen dilakukan tidak transparan.

“Komisi Informasi merupakan lembaga mandiri yang akan menjalankan dan menyelesaikan sengketa informasi publik. Bagaimana yang terpilih akan mandiri dan siap mengawal keterbukaan informasi publik jika dalam proses rekrutmen saja tidak terbuka,” ujar seorang peserta yang enggan namanya disebutkan tersebut.

Ia menjelaskan, keterbukaan informasi publik telah dijamin dalam undang-undang nomor 14 tahun 2008. Dengan jaminan tersebut, seharusnya dalam proses rekrutmen juga dilakukan secara terbuka, jujur, dan obyektif yang hasilnya diumumkan ke masyarakat.

“Tidak adanya keterbukaan dalam rekrutmen, justru akan memicu kecurigaan adanya penyimpangan dalam proses,” tudingnya.

Ketua Tim Fit and Propertest DPRD Kepri, Hotman Hutapea menjamin tidak ada intervensi dan siap mempertanggungjawabkan hasil fit and propertest. Ia membantah perbedaan waktu terhadap peserta dalam fit and propertest dianggap sebagai sebuah keberpihakan ataupun adanya intervensi dan peserta “titipan”.

Menurutnya, lama tidaknya fit and propertest terhadap seorang peserta, tergantung berapa banyak pertanyaan yang dilontarkan tim penguji. Semakin cepat peserta menjawab, semakin singkat waktunya dan tidak ada pembatasan pertanyaan kepada tim penguji

“Kalau ada yang protes silahkan, kita buka kalau perlu data (nilai) hasil seleksi,” ujarnya. (zaki setiawan)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *