Si Jago Merah Rawan Marah

Tiban, BatamEkbiz.Com — Udara pagi di Dam Seiladi tak sesegar dulu lagi. Bau daun dan pohon terbakar menyengat, terhirup oleh setiap pengendara yang lewat.

Daun pepohonan yang dulunya menghijau, kini berubah coklat. Rumput-rumput mengering, sebagian menyisakan warna hitam yang membekas di tanah.

“Itu sisa kebakaran beberapa hari silam. Tidak tahu darimana asalnya, tiba-tiba api muncul di antara semak-semak kering dan dengan cepat merembet ke sekitar hutan,” kata Suprianto, warga Tiban Kampung saat sedang memancing di Dam Seiladi, Minggu (3/4/2016).

Selain di hutan Seiladi, kebakaran rawan terjadi di sejumlah wilayah Batam lainnya. Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Hang Nadim Batam mengingatkan ancaman meningkatnya potensi kebakaran lahan dan hutan di Batam. Beberapa waktu terakhir, Batam dilanda panas berkepanjangan dengan suhu menyentuh 33 derajat celsius.

“Cuaca panas masih akan terus terjadi di Batam hingga beberapa hari ke depan. Sementara potensi hujan masih minim,” kata Kepala BMKG Hang Nadim Batam Philip Mustamu.

Menurut Philip, kebakaran lahan dan hutan sudah beberapa kali terjadi di Batam. Pemicunya, rerumputan dan semak-semak yang mulai mengering dan minimnya kesadaran masyarakat dalam menjaga hutan dengan membuang puntung rokok sembarangan. Tiupan angin yang kencang membuat sumber api cepat merembet dan membakar pepohonan sekitar.

Tidak hanya di Batam, kebakaran lahan juga rawan terjadi di sejumlah wilayah Kepri lainnya, seperti Karimun dan Natuna. Di Karimun, kebakaran lahan sempat melanda Pulau Karimun Besar, wilayah Kecamatan Tebing, dan Meral Barat.

Sedangkan di Natuna, sepanjang Maret 2016 tercatat ada 53 kebakaran lahan yang terjadi di sejumlah lokasi berbeda. Jumlah itu meningkat dibanding dua bulan sebelumnya, Januari hingga Februari dengan 6 kebakaran lahan. Kebakaran ini dipicu bertambahnya titik api akibat banyak lahan tidur dan perkebunan warga yang mengalami kekeringan, sehingga mudah terbakar.  (R02)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *