Sultan Mahmud Riayat Syah Pahlawan Nasional

Tanjungpinang, BatamEkbiz.Com — Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (Kahmi) Provinsi Kepri mengapresiasi Presiden Joko Widodo yang menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada tokoh Provinsi Kepri, Sultan Mahmud Riayat Syah. Apalagi gelar yang sama juga akan dianugerahkan kepada Lafran Pane, pendiri HMI pada upacara di Istana Negara, Kamis 9 November nanti.

Ketua Pengurus Majelis Wilayah (PMW) Kahmi Provinsi Kepri, Surya Makmur Nasution mengatakan, penganugerahan gelar pahlawan kepada Lafran Pane ini merupakan kado istimewa bagi HMI dan Kahmi. Lafran Pane sebagai pendiri HMI pada 5 Februari 1947 di Yogyakarta telah dikaji secara akademik di 27 kampus Indonesia. Kemudian, keterlibatannya dalam berbagai aktivitas mempertahankan kemerdekaan dan mempertahankan NKRI cukup beralasan untuk menjadi pahlawan.

“Alhamdulillah, kami bersyukur kepada Allah SWT dan berterima kasih kepada Presiden Jokowi yang telah memasukkan nama Sultan Mahmud dan Lafran Pane sebagai Pahlawan Nasional. Khusus untuk nama Lafran Pane, ini kado istimewa untuk HMI dan Kahmi yang akan melaksanakan Munas di Medan medio November bulan ini,” ujarnya, Senin 6 November 2017.

Menurut Wakil Ketua Komisi III DPRD Provinsi Kepri dari Partai Demokrat ini, saat menerima jajaran pengurus Kahmi di Istana Merdeka pada Jumat 3 November 2017, Presiden Jokowi juga menyampaikan penganugerahan gelar pahlawan nasional kepada Lafran Pane. Presiden Jokowi mengaku baru tahu kalau Lafran Pane ternyata berasal dari Tapanuli Selatan.

“Pendekatannya kultural, karena sebelumnya Pak Jokowi tidak tahu kalau Lafran Pane berasal dari Tapanuli Selatan,” kata Surya Makmur.

Gubernur Kepri Nurdin Basirun juga mengapreasiasi penganugerahan gelar pahlawan nasional kepada Sultan Mahmud Riayat Syah. Anugerah ini akan disambut dengan meriah dan penuh rasa syukur.

“Ini merupakan anugerah yang besar bagi masyarakat di Kepri yang mana nantinya Kepri akan memiliki tiga Pahlawan Nasional,” ujarnya dalam rapat persiapan kedatangan gelar Pahlawan Nasional di Kantor Gubernur, Istana Kota Piring, Tanjungpinang.

Penetapan Sultan Mahmud sebagai Pahlawan Nasional telah melalui perjuangan yang panjang, sejak lima tahun lalu. Berbeda dengan dua pahlawan nasinal sebelumnya, Raja Haji Fisabilillah dan Raja Ali Haji yang berdarah Bugis, Sultan Mahmud Riayat Syah dianggap wakil simbol Melayu. Raja Haji Fisabilillah ditetapkan sebagai pahlawan nasional pada 1997, sedangkan Raja Ali Haji pada 2004 lalu. (R03)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *