Surat Cinta May Day untuk Wali Kota Batam

Kepada yang tercinta Bapak Wali Kota Batam, dengan penuh rasa cinta dan duka. Kami perlu curahkan isi hati kami sebagai warga batam yang bapak pimpin. Bahwa hari demi hari kami lewati di tanah melayu ini, semakin kami merasa ada cinta yang terputus antara kami dengan bapak sebagai pemimpin kami.

Cinta yang putus itu amat pahit bagi kami yang merindukan kasih sayang dan cinta bapak untuk melindungin kami; warga, masyarakat dan rakyat yang bapak komandoi di kota industri, kota madani, kota batam ini.

Kami bukanlah orang pendatang dari belahan dunia, kami hadir di batam atas nama warga indonesia dan orang tua, saudara dan darah kami adalah darah batam, darah Indonesia.

Bapak Wali Kota Batam, yang kami sayangi, rindu kami akan belaian kasih sayangmu sangat dalam. Sedalam cinta kami akan kedamaian dan kemajuan kota yang bapak kendalikan. Namun apalah daya cinta kami hanya sebatas angin sapoi-sapoi yang tak menetu arah dan sia-sia di awan. Sebab kami hanya pengagguran yang dianggap pendatang dan membawa beban untuk kota ini.

Padahal kami pun putra-puri bangsa ini dan kami pun warga batam. Tapi kenapa anggota bapak di Disnaker, bilang kalau banyaknya mengangguran di batam karena banyak pendatang baru. Kami bukan pendatang baru tapi kami orang batam dan siap membangun dan mengembangkan batam dengan posisi sebagai pekerja yang baik, buka perusak, perampok dan maling di batam.

Kami hanya butuh pekerjaan yang baik, yang halal, yang bisa membahagiakan hidup kami di dunia dan akherat. Kami tak kuasa untuk berontak meminta pekerjaan, kami tak sanggup mendemo bapak dan kami tidak suka mengumpulkan masa untuk membawa bendera dan berteriak kepada bapak, bahwa kami butuh pekerjaan.

Kami yakin bapak lebih tahu tentang kondisi batam dan aturan yang ada. Kami hanya bisa berharap UU 1945 pasal 27 ayat 2, tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan. Bapak laksanakan dengan memberikan pekerjaan yang layak pada warga bapak.

Ketimbang putra-putri bangsa ini hancur di disaat bapak menahkodai Batam, karena stres tak ada pekerjaan. Mereka, putri-putri ibu pertiwi harus merelakan dirinya menjadi PSK, karena tidak ada lagi pekerjaan yang layak. Bapak juga tentu sayang dengan putra-putra bangsa ini, jangan sampai mereka mengahabiskan waktu dan tenaganya dengan minuman keras, merampok dan menipu untuk mencari sesuap nasi. Sebab mereka tidak memiliki pekerjaan yang layak lagi.

Pada kesempatan hari buruh se-jagat raya ini. Kami menyampaikan rasa rindu yang mendalam untuk bapak wali kota. Mohon cintai kami dengan setulus hati. Sayangi kami dengan sepenuh hati, jangalah cinta dan kerinduan kami hanya angin lalu yang tak bermakna. Biarlah kami jauh dari mata bapak, tapi pastikan kami ada di hati bapak, karena cinta kami suci untuk bapak wali kota dan wakil wali kota batam.

Selembar pinta yang amat dalam kami minta kepada bapak yang tercinta. Mohon sediakan pekerjaan yang layak bagi kami, mohon benahi data ketenaga kerjaan, mohon diawasi tenaga kerja asing dengan benar, mohon trasnparan dana retribusi perpanjangan IMTA Kota batam dan kami meminta jangan hanya pelatihan yang disediakan untuk kami tapi lowongan kerja yang utama. untuk apa kami dapat pelatihan dan sertifikasi jika pekerjaan tidak ada.

Kami juga meminta TKA yang masuk di batam harus mentaati aturan yang ada, melaksanakan perintah peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. Sebagai mana kami anak bangsa mengikuti aturan dan perintah negara ini; kami yang mau melamar kerja, harus punya KTP Batam, Mengurus SKCK, membuat NPWP, BPJS dan wajib ada kartu kuning serta keterangan kesehatan. Bapak bayangkan kami yang tidak ada pengahasilan harus menyediakan dokumen yang kadang uang kami tidak cukup untuk membiayai kesana-keni ngurus dokumen yang disyaratkan.

Namun lain halnya ketika orang asing datang ke indonesia terutama di batam. Mereka kadang ilega, mereka tidak diposisikan sesuai jabatan yang dihomon dalam IMTA dan yang paling sakit bagi kami, mereka tidak memiliki tenaga kerja pendamping (tenaga kerja indonesia). Untuk alih teknologi, untuk transfer ilmu dari TKA kepada tenaga kerja indonesia. Bapak bisa bayangkan sampai kapan putra-puri bangsa ini mendapat kesempatan ilmu dan posisi yang dimiliki TKA. Maka TKA akan mengisi selama-lamanya pekerjaan itu dan tenaga kerja indonseia diam ditempat.

Namun yang paling sakit hati juga, gaji, fasilitas dan tunjangan untuk TKA jauh lebih tinggi dibanding tenaga kerja indonesia, hanya dibayar UMK dan hitungan rupiah. Lalu dimanakah keadilan di dunia kerja di batam?

Kepada bapak wali kota yang kami hormati dan kami sayangi, mohon mudahkan kami putra-putri bangsa ini mendapatkan pekerjaan yang layak dan bukan mempermudah mereka, orang asing mendapat pekerjaan yang lebih layak di tanah air tercinta.

 

Mohon maaf,

Salam kurang sejahtera dari penganggur.

Salam May Day, 1 Mai 2017




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *