Tamadun Melayu antar Bangsa Dipusatkan di Lingga

Tanjungpinang, BatamEkbiz.Com — Perhelatan Tamadun Melayu antar Bangsa Tahun 2017 akan berlangsung selama 10 hari pada 17-26 November mendatang di Daik dan Dabo, Lingga. Acara digelar bersempena dengan Perayaan Hari Jadi ke-14 Kabupaten Lingga serta menyongsong Sultan Mahmud Riayat Syah (SMRS) dinobatkan menjadi Pahlawan Nasional dan dibuka secara resmi oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla.

Sekretaris Daerah Provinsi Kepri Arif Fadillah mengajak seluruh panitia penyelenggara perhelatan Tamadun Melayu antar Bangsa tahun 2017 merapatkan barisan guna mensukseskan agenda yang memiliki nilai luar biasa dan merupakan identitas Kepri yang berbasis Melayu.

“Diharapkan partisipasi dari semua pihak, baik dari panitia juga Kabupaten dan Kota lainnya. Kami dari provinsi siap membantu serta mendukung penuh segala bentuk inovasi dan kreasi yang ditunjukkan untuk memeriahkan kegiatan ini,” ujarnya dalam rapat persiapan perhelatan Tamadun Melayu antar Bangsa Tahun 2017 di Rupatama lantai 4 kantor Gubernur, Istana Kota Piring, Pulau Dompak, Tanjungpinang, Selasa 17 Oktober 2017.

Sekda melanjutkan bahwa saat ini dan ke depan salah satu yang menjadi fokus pemerintah adalah mendorong potensi wisata dan budaya di Kepri, khususnya mengangkat khasanah budaya Melayu. Maka peran perhelatan Tamadun Melayu ini sangat penting, salah satunya untuk menegaskan budaya melayu sebagai identitas Kepri yang kelak secara perlahan terus dipromosikan kepada masyarakat, baik dalam maupun luar daerah hingga ke dunia internasional sebagai eksistensi yang melekat.

“Selain penegasan kembali budaya melayu di Kepri juga dapat meningkatkan potensi pariwisata dan mengundang banyak wisatawan yang akan datang,” lanjutnya.

Bupati Lingga Alias Wello dalam paparannya mengatakan bahwa yang melatarbelakangi pelaksanaan kegiatan ini adalah terinspirasi dari Daik Lingga yang mana menjadi pusat kerajaan melayu di masa lalu dalam rentang yang cukup lama, yakni selama 114 tahun. Dengan rentang yang panjang tersebut serta dengan segala dinamika yang telah dialami, maka peradaban yang dimiliki harus dapat diangkat kembali kejayaannya agar dapat terus dikenal seluruh lapisan masyarakat, baik dalam maupun luar daerah.

“Pada tiga minggu yang lalu saya berkesempatan menghadap beliau di Istana Wakil Presiden dan Bapak JK tertarik dengan paparan yang saya sampaikan dan menyatakan diri untuk dapat hadir pada perhelatan Tamadun Melayu nanti,” ujarnya.

Selain itu, Alias Wello juga berharap kedepan setelah pelaksanaan kegiatan ini kejayaan imperium melayu dapat dijadikan referensi nasional. Untuk mewujudkan hal tersebut diharapkan Kepri memiliki Sekretariat Kelembagaannya sendiri, ke depan yang tentunya harus terdesain dan terkelola dengan baik.

Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Kepri Abdul Razak mengatakan bahwa saat ini pihak LAM juga akan menggelar event festival lagu tari Melayu dan secara kebetulan juara tahun lalu adalah Kabupaten Lingga dan berhak menjadi tuan rumah tahun ini. Jadi dengan adanya perhelatan Tamadun Melayu agar dapat dimasukkan ke dalam agenda tersebut dan dijadikan rangkaian dalam memeriahkan event.

“Selanjutnya untuk rencana memberi gelar adat kepada Wakil Presiden RI pun kita sudah mengadakan pertemuan dan rincian kegiatan juga telah disusun dan akan kita koordinasikan kepada Kabupaten Lingga,” ujar Abdul Razak.

Hadir pada kesempatan tersebut Anggota DPRD Provinsi Kepri Hanafi Ekra, Asisten I Kota Tanjungpinang Ahadi, Kadis Kebudayaan Kabupaten Lingga Muhammad Ishak, Sastrawan Melayu Rida K Liamsi, Ketua BP3KR Huzrin Hood beserta tamu undangan lainnya. (hms)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *