Tampung air sebelum mati

Sekupang, BatamEkbiz.Com — “Cepat Pak, tampung air banyak-banyak, jaga-jaga kalau nanti mendadak mati,” kata Ratna kepada suaminya, Ismail, Senin (31/8/2015).

Menampung air baru kali ini dilakukan pasangan suami istri yang tinggal di Tanjungriau, Kecamatan Sekupang ini. Tetangga lainnya juga melakukan hal yang sama. Bahkan ada yang membeli tangki plastik besar untuk bisa menampung air dalam kapasitas banyak. Tangki plastik warna merah ini ditaruh di atap rumah, diberi dua selang yang berfungsi untuk menyedot air dan mendistribusikannya sesuai kebutuhan.

Sebelumnya tak pernah mereka sepanik ini. Kepanikan ini terjadi karena adanya rencana penggiliran (rationing) suplai air kepada pelanggan oleh Adhya Tirta Batam, satu-satunya perusahaan swasta pengelola air bersih di Batam. Rationing akan dilakukan mulai Selasa, 1 September 2015 di Dam Seiharapan, di antaranya dengan menurunkan kapasitas produksi agar ketersediaan air baku dapat bertahan lebih lama.

“Bila dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, curah hujan di Batam tahun ini jauh lebih kecil, membuat dam-dam di Batam menyusut signifikan,” ungkap Corporate Communication Manager ATB Enriqo Moreno.

air baku batam

Level air baku Batam di Dam Seiharapan

Enriqo mengungkapkan, saat ini ketinggian air baku di Dam Seiharapan tinggal 2,25 meter. Air baku di Dam Seiharapan terus menurun setiap bulannya. Januari 2015, air baku Seiharapan hanya menyusut 0,69 meter, Februari penyusutan bertambah menjadi 1,43 meter, Maret semakin menyusut menjadi 2,3 meter, April penyusutan bertambah menjadi 2,41 meter, Juni menjadi 2,92 meter, dan Juli 2015 penyusutan semakin signifikan menjadi 3,82 meter.

“Oleh karena itu, ATB harus melakukan rationing agar ketahanan air baku di Dam Seiharapan dapat bertahan lebih lama. Bila air baku Dam Seiharapan dimanfaatkan 100 persen seperti saat ini tanpa penambahan curah hujan yang signifikan, air baku di dam tersebut diprediksi hanya akan bertahan hingga 8 Oktober 2015,” paparnya.

Penyusutan air baku

Ketersediaan air baku di lima dam di Batam

Enriqo menuturkan, program rationing Dam Seiharapan akan berdampak pada pelanggan di sebagian kawasan Tiban, Sekupang, Tanjungpinggir, Tanjungriau, Patam Lestari dan sekitarnya. Saat rationing diberlakukan, suplai air kepada pelanggan dipastikan tidak sehandal saat normal, otomatis berkurang.

Tekanan air yang diterima juga kemungkinan besar tidak akan sebesar saat normal. ATB berupaya agar pelanggan tetap mendapatkan suplai air, namun tidak dapat memastikan jadwal kapan pelanggan tersebut akan mendapatkan suplai air setiap harinya.

Selain Dam Seiharapan, kekeringan juga berdampak pada dam lain di Pulau Batam. Seluruh dam mengalami penyusutan signifikan dan kemungkinan akan mengalami rationing. Saat ini, ATB akan melakukan rationing Dam Seiharapan karena air baku dam tersebut yang paling kritis dibanding dam lain.

“Dam Seiladi juga ada kemungkinan diberlakukan rationing dalam waktu dekat, meski memiliki volume air yang hampir sama dengan Dam Mukakuning, namun margin antara jumlah pelanggan dengan jumlah air baku sangat tipis. Apalagi bila air baku Seiharapan tidak lagi mencukupi, Dam Seiladi akan membantu menyuplai air ke pelanggan yang dialiri air dari dam tersebut,” tuturnya.

Ia menjelaskan, penyusutan air baku di semua dam menyebabkan semakin banyak pelanggan yang mengalami gangguan suplai air. Oleh karena itu, Enriqo mengimbau agar pelanggan ATB mengubah pola pemakaian air, sehingga dapat lebih menghemat air bersih.

Selain itu, pelanggan juga diharapkan disiplin dan tertib mengikuti jadwal rationing yang sudah ditetapkan. Ketidakdisiplinan dan intoleransi merupakan kendala yang dapat menggagalkan program rationing yang pada akhirnya menimbulkan masalah lebih besar.

“Saat program rationing diberlakukan, pelanggan harus tertib, disiplin, dan berkomitmen untuk menghemat penggunaan air bersih. Jangan karena air di rumah masih mengalir lancar dan sanggup membayar tagihan yang dibebankan ATB setiap bulan, pelanggan menghambur-hamburkan air bersih. Harap menampung air seperlunya. Penampungan berlebihan akan mengakibatkan pelanggan di sisi hilir semakin menderita,” katanya mengingatkan. (R03)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *