Target Parkir Batam 2017 Rp30 Miliar

Nagoya, BatamEkbiz.Com — Potensi pendapatan daerah dari sektor parkir cukup besar. Sayangnya, pemasukan dari sektor parkir masih minim, hanya sekitar Rp3,6 miliar per tahun.

Melihat masih banyaknya potensi pendapatan dari sektor parkir yang menguap, Pemko Batam melakukan sejumlah gebrakan untuk pengelolaan parkir di Batam. Targetnya, pendapatan daerah dari sektor parkir pada tahun 2017 ini bisa mencapai Rp30 miliar atau naik lebih dari delapan kali lipat dari tahun lalu.

“Target kami untuk tahun ini (2017) besar. Dan ini gebrakan yang kami lakukan untuk 2017,” ujar Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad usai razia juru parkir liar di kawasan Nagoya dan Penuin, Selasa malam, 10 Januari 2017.

Sebelumnya ada wacana untuk menaikkan tarif retribusi parkir hingga 100 persen mulai 2017 ini. Tarif parkir motor yang biasanya Rp1.000 akan dinaikkan menjadi Rp2.000. Sedangkan tarif parkir mobil akan dinaikkan dari Rp2.000 menjadi Rp4.000.

Wacana daerah untuk menaikkan tarif retribusi parkir itu terungkap dalam pembahasan ranperda tentang perubahan Perda Nomor 1 Tahun 2012 tentang Retribusi Parkir. Namun wacana daerah untuk menaikkan tarif parkir itu mendapat penolakan dari beragam kalangan masyarakat, karena akan semakin membebani masyarakat.

Sementara sampai saat ini, Pemko Batam belum mampu menertibkan maraknya juru parkir dan titik parkir liar yang menggerus besarnya potensi pendapatan daerah dari sektor parkir. Selain itu juga banyak petugas parkir yang tidak memberikan karcis parkir.

Terkait wacana kenaikan tarif parkir itu, Walikota Batam Rudi menegaskan bahwa tarif parkir tak jadi naik. Tarif parkir masih sama dengan sebelumnya, Rp1.000 untuk motor dan Rp2.000 untuk mobil.

Untuk menggenjot pendapatan daerah dari sektor parkir, selain akan menggelar razia kepada juru parkir liar secara rutin, Pemko Batam juga akan menerapkan parkir 24 jam dan melakukan pengelolaan parkir secara mandiri. Pemko Batam juga akan mengefektifkan sistem parkir berlangganan, sehingga dapat meminimalisir potensi hilangnya pendapatan daerah dari hasil retribusi parkir.

“Tarif parkir yang sebelumnya diusulkan naik 100 persen ke DPRD Batam, batal naik. Nantinya hasil parkir akan disetor langsung ke kita (Pemko Batam) untuk meminimalisir potensial lost,” ungkapnya. (R03)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *