Teguran KPI Dinilai Masih Lemah

Jakarta, BatamEkbiz.Com — Anggota Komisi I Bobby Adhityo Rizaldi menyoroti lemahnya teguran Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) terhadap masifnya penayangan iklan partai politik di televisi. Ia melihat meskipun sudah mendapat teguran, hal serupa juga terulang. Demikian disampaikan saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) pada Senin, 30 Januari 2017 di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta.

Politisi Golkar ini menginginkan agar setiap pihak yang mendapatkan teguran dari KPI dapat mencermati dan memperhatikan, bukan justru mengabaikannya. Oleh karenanya, ia menginginkan masukan beberapa hal guna memperkuat KPI agar dapat menjalankan tugas dan fungsinya secara maksimal.

“Misalnya ada teguran tertulis mengenai menayangkan iklan partai. Tetapi itu tetap diulangi lagi, apa kiranya yang secara infrastruktur, politik anggaran, dan legislasi yang bisa membuat KPI di dalam memberikan teguran bisa nakutin,” jelas Bobby sebagaimana dilansir portal DPR.

Sebagaimana diketahui, KPI telah memberi peringatan terhadap beberapa stasiun televisi terkait intensitas penayangan iklan salah satu partai politik yang dinilai tidak wajar. Teguran yang disampaikan pada akhir 2016 lalu itu dengan status “Peringatan Tertulis”.

Peringatan tertulis yang disampaikan KPI ini merupakan bagian dari pengawasan KPI terhadap lembaga penyiaran yang tertuang dalam Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS), sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang No. 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran.

Legislator dapil Sumatera Selatan II ini menginginkan agar teguran yang diberikan KPI dapat ditindaklanjuti oleh pihak yang mendapat teguran. Sehingga lembaga ini bisa memperoleh eksistensi di masyarakat. Oleh karenanya ia ingin KPI memberikan masukan agar dapat memperkuat dirinya sendiri.

“Sistem infrastruktur, politik anggaran, dan legislasi apa yang bisa membuat KPI lebih bergigi. Misalnya infrastruktur monitoring kurang ini itu. Supaya kemungkinan lembaga penyiaran yang mendapat teguran untuk mengulangi tayangannya itu minim atau ada sanksinya,” jelas Bobby.

Semantara selama Januari 2017, KPI telah menerbitkan tiga teguran tertulis kepada dua program siaran stasiun televisi. Salah satu program itu terkait penayangan adegan perkelahian antara sekelompok pemuda. KPI menilai muatan tersebut tidak dapat ditayangkan, karena dapat memberi pengaruh buruk kepada khalayak yang menonton, terutama anak-anak dan remaja. Jenis pelanggaran ini dikategorikan sebagai pelanggaran atas perlundungan anak dan remaja serta penggolongan program siaran.

Selain itu, KPI juga menerbitkan peringatan tertulis atas penayangan program siaran di sebuah stasiun televisi yang dinilai tidak memperhatikan ketentuan tentang norma kesopanan dan kesusilaan yang berlaku dalam masyarakat. Hal ini sebagai diatur dalam P3SPS. Pada program siaran tersebut ditampilkan pengisi acara wanita menyanyi dengan kostum yang memperlihatkan belahan dada. (hms)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *