Tempat yang Layak Dikunjungi Saat ke Batam

Jalan-jalan di Kota Batam rasa-rasanya bak berkenalan dengan gadis remaja yang beranjak dewasa dan menunggu lirikan para pemuda tampan dan kaya.

Sebagai ‘gadis remaja’, Batam butuh perawatan dan tata rias yang profesional dan kalau bisa unik sehingga saat dewasa nanti berbeda dengan gadis-gadis lainnya sehingga kian memikat pemuda kaya dan tampan.

Mungkin agak susah dan butuh waktu lama bila ingin menyamai Bali yang sudah punya keunikan dalam hal seni tari, seni patung, adat dan budayanya yang sudah kadung kesohor dalam menarik wisatawan, baik asing maupun lokal. Perairan di Batam juga ‘biasa-biasa’ saja bila dibandingkan dengan taman lautnya Bunaken di Sulawesi Utara, Wakatobi di Sulawesi Tenggara atau Raja Ampat di Papua Barat yang sudah menjadi tujuan wisata pecinta wisata bahari.

Tapi setidaknya Batam sudah mulai mencoba melakukan hal itu dengan membentuk keunikannya sendiri. Salah ditunjukkan dengan dibangunnya movie town atau kota perfilman yang diintegrasikan dengan apartemen dan Kondominium Hotel (Kondotel).

Movie town yang bernama The Scene Movie Town tersebut bertemakan perfilman dan sudah menjadi lokasi shooting puluhan film dalam dan luar negeri. Lokasinya sangat strategis, yakni di daerah Nongsa, tak jauh dari Pelabuhan Ferry Nongsapura dan sekitar setengah jam perjalanan dari Pelabuhan Udara Hang Nadim.

Cobalah jalan-jalan ke movie town tersebut, wisatawan bisa menginap di The Scene Resort atau bisa juga memiliki apartemen. Sebagai lokasi shooting film, beberapa bagian dari The Scene Movie Town bisa berubah-ubah sesuai dengan setting film yang sedang berlangsung, misalnya suasana kota di Indonesia pada 1950 an, suasana kota-kota di Eropa abad pertengahan atau lainnya atau suasana di Pecinan (china).

Tak jauh dari The Scene Movie town, ada Nongsa Resort dan Turi Beach Resort. Berlokasi di Nongsa atau sekitar 20-30 kilometer dari Pusat Kota Batam, Nongsa Resort memiliki pemandangan laut dengan ditambah siluet Negara Singapura yang terlihat jelas di pinggir pantai resort ini. Di pinggir pantainya, berjejer yacht-yacht pribadi yang jadi daya tarik tersendiri.

Menyambangi Batam juga tak akan berkesan bila tak berfoto ria di atau Jembatan Barelang yang dalam 15 tahun terakhir ini menjadi ikon Kota Batam.

Jembatan yang dibangun selama enam tahun, sejak 1992 sampai 1998 ini menghubungkan Pulau Batam, Pulau Rempang dan Pulau Galang. Terdiri atas enam jembatan dengan total panjang sekitar 54  kilometer.

Salah satu tempat terbaik untuk berfoto ria dengan latar belakang jembatan Barelang ini adalah di Bukit Dendang Melayu di Pulau Batam. Bukit Dendang Melayu yang merupakan awal dari Jembatan Barelang selalu ramai dikunjungi wisatawan.

Soal makan? Jangan khawatir. Kota Batam menawarkan aneka makanan, namun yang paling dicari wisatawan umumnya seafood.

Untuk makanan jenis ini, cobalah nyobain Sup Ikan Yong Kee yang terdapat di Komplek Nagoya city center Blok E 8-9 Batam centre. Banyak yang sudah mengakui kelezatan sup Ikan Yong Kee.

Tidak heran, restoran yang berada di Batam centre dan Nagoya tersebut sudah beroperasi lebih dari 20 tahun dengan rasa yang tidak pernah berubah sedikit pun.

Restoran Seafood lain yang banyak diminati orang, bahkan kerap menjadi langganan pejabat dan pengusaha dari pusat adalah Golden Prawn di Jalan Bengkong Laut.

Bila Yong Kee berada di tengah kota, Golden Prawn berada di pinggir Kota Batam, tepatnya di Bengkong. Restoran tersebut juga berada di atas laut sehingga pengunjung dapat sambil melihat ikan-ikan laut yang berenang.

Namun, dimanapun Anda makan, yang takkan lupa disajikan para pelayan adalah Gonggong, kuliner khas Batam. Gonggong ini bentuknya seperti kerang. Kita harus menggunakan tusuk gigi untuk mengeluarkan daging gonggong dari cangkangnya. Rasanya memang hambar sedikit asin.

Konon, Gonggong ini berkhasiat meningkatkan vitalitas kaum pria. Nah, ini yang juga dituju para wisatawan ke Batam, baik wisatawan lokal maupun wisatawan asing yang umumnya berasal dari Malaysia dan Singapura, yakni belanja.

Batam memang sejak lama dikenal dengan aneka barang elektronik dan aksesoris dengan harga cukup miring, seperti jam tangan, kacamata, hp, perhiasan, gantungan kunci, dan sebagai nya.

Daerah yang dikenal para wisatawan, antara lain Nagoya Hill di pusat Kota Batam atau Diamon city Mall. Untuk kaum laki, ada yang jadi incaran, yakni puskesmas. Ini Bukan Pusat Kesehatan masyarakat tapi pusat kesenangan mas-mas (Pria).

Puskesmas ini banyak bertebaran di Batam centre dan Nagoya. Bentuknya bisa berupa spa, panti pijat, karaoke, night club dan sejenisnya. Disebut puskesmas karena beberapa sarana hiburan menawarkan layanan plus plus. Mau Nyoba?

Endang Wahyuningsih, seorang pemandu wisata, menuturkan, setiap akhir pekan, Batam selalu dibanjiri wisatawan dari Singapura atau Malaysia. Mereka sengaja datang ke Batam hanya untuk tiga tujuan, yakni makan, belanja dan hiburan khusus laki-laki. (rei)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *