TIM PENGAWAS ORANG ASING HARUS TEGAS MENINDAK TKA ILEGAL

Batam Centre, BatamEkbiz.Com – Safari Ramadhan prihatin dengan banyaknya tenaga kerja lokal yang belum mendapatkan kesempatan kerja. Sebaliknya, tenaga kerja asing (TKA) justru leluasa berkerja di perusahaan yang ada di Batam.

Menurut Politisi PAN itu, ada sekitar 5.000 TKA yang terdata (memiliki izin) berkerja di Batam. Namun ada juga TKA yang ilegal (tidak memiliki izin). Berdasarkan sidak Komisi IV DPRD Kota Batam, masih ditemukan TKA ilegal, di antaranya di PLTU Tanjungkasum.

”Dan beberapa TKA ilegal di PLTU itu, sudah dideportasi (dipulangkan) ke negara asalnya Tiongkok dan itu kita menjalankan sesuai laporan masyarakat,”  papar Anggota Komisi IV DPRD Kota Batam, Safari Ramadhan, Rabu 11 Januari 2017.

Kata Ketua DPD PAN Kota Batam itu, ada juga laporan dari masyarakat di beberapa perusahaan yang ada di Tanjunguncang dan Batuampar, terindikasi adanya TKA ilegal.  Hal ini yang menjadi fokus anggota dewan dalam mencegah maraknya TKA ilegal di Kota Batam.

”Yang kita awasi adalah TKA ilegal. Sedangkan TKA yang sesuai prosedur, tidak,” tegas tokoh politik muda Batam itu.

Selama ini, pemerintah daerah juga sudah punya TIMPORA (tim pengawas orang asing) yang melibatkan instansi Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), Imigrasi, kepolisian, serta instansi lainnya.  Politisi surau itu pun berharap TIMPORA bersikap tegas dengan keberadaan TKA ilegal di Batam dan merespon dengan cepat laporan dari masyarakat  terkait indikasi keberadaan TKA ilegal.

Sementara itu menanggapi banyak pengangguran di Batam, Kepala Disnaker Kota Batam, Rudi Syakiakirti mengatakan, masalah pengangguran sekarang banyak disebabkan kurangnya lowongan kerja, karena minimnya perusahaan yang membuka lowongan. Sedangkan perusahaan baru yang datang ke Batam masih kurang. Sehingga lowongan kerja yang ada tidak sebanding dengan jumlah penduduk Batam yang mencari kerja.

Malah perusahaan yang tutup cukup banyak. “Pada tahun 2016 ada sekitar 68 perusahaan yang tutup di Batam,” ungkap Rudi yang menjabat dua kali sebagai Kadisnaker Kota Batam.

Menyikapi adanya TKA ilegal, Kadisnaker justru mempertanyakan balik. “TKA ilegal mana? Dan kita di Batam dekat dengan Singapura. Setiap hari orang dari Singapura yang masuk ke Batam dan pulang sore,” papar Rudi, Rabu 11 Januari 2017.  “Untuk  masalah pengawasan TKA, sekarang sudah diurus pemerintah provinsi,” sambungnya.

(abu ubaid)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *