TNI-Polri meredam tegang, membuang dendam

Batamkota, BatamEkbiz.Com – Pesan-pesan kedamaian disampaikan Ustad Muhammad Nur Maulana dalam tausiahnya di Masjid Agung Batam Centre, usai salat Jumat (10/10). Tak ketinggalan, candaan dan gaya kocak mengiringi tausiah dari ustad kondang yang dikenal dengan ciri khas kata-katanya ‘jamaah oh jamaah’ ini.

Santai, penuh makna, dan canda tawa, mewarnai penyampaian pesan-pesan kedamaian dihadapan ratusan prajurit TNI dan Polda Kepri hingga menjelang waktu salat Ashar tersebut. Muadzin dari masing-masing satuan kemudian mengumandangkan adzan dan iqamah secara bergantian, dilanjutkan salah berjamaah. Prajurit TNI dan Anggota Polda Kepri membaur, tanpa sekat, rukun sebagai sesama instrumen keamanan dan pertahanan negara.

Dihadirkannya ustad kondang nasional ke Batam ini bersempena dengan perayaan Hari Ulang Tahun ke-69 TNI. Kegiatan ini juga bertepatan dengan menjelang pengumuman hasil investigasi bentrok Anggota Brimob Polda Kepri dan Prajurit TNI Batalion Infantri 134/Tuah Sakti di Tembesi, Sagulung, pada Minggu (21/9) lalu. Pengumuman hasil investigasi tim gabungan TNI-Polri awalnya akan digelar pada Rabu (1/10). Namun batal karena adanya Upacara Peringatan Kesaktian Pancasila dan pelantikan Anggota DPR RI.

Dandim 0316 Batam, Letkol Inf Yosef Tanada Sidabutar mengatakan, kegiatan ini adalah rangkaian HUT TNI dan wujud syukur pada Tuhan atas terciptanya kedamaian selama ini. Menurutnya, keamanan Batam merupakan tanggung jawab bersama sebagai warga.

“Untuk itu kita perlu menjaga silaturahmi. Bila situasi kondusif, semua akan berjalan baik” katanya.

Harapan yang sama juga disampaikan Kapolresta Barelang Kombes Pol Moh Hendra dalam tausiah dan doa bersama ini. “Kami menyampaikan ucapan terima kasih atas momen yang penuh rasa syukur ini, kiranya silaturahim antara kita senantiasa terjaga,” ujarnya.

Selain ratusan prajurit TNI dan Polda Kepri, pelaksanaan tausiah dan doa bersama juga dihadiri Wakil Wali Kota Batam dan Wakil Ketua II DPRD Batam, Iman Sutiawan. Menurut Iman, terselenggaranya kegiatan ini sebagai komitmen seluruh elemen masyarakat untuk menciptakan rasa aman di tengah masyarakat.

Tim investigasi gabungan antara TNI dan Polri yang menyelidiki kasus bentrokan di Batam, merekomendasikan sejumlah hal untuk ditindaklanjuti kedua institusi tersebut. Rekomendasi telah diserahkan kepada TNI dan Polri.

“Sekali lagi, tim gabungan ini untuk mencegah keberpihakan. Pada Jumat lalu, tim telah menyampaikan hasil investigasi tersebut dan memberikan rekomendasi bagi pimpinan TNI dan Polri,” ujar Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Fuad Basya dalam konferensi pers di Media Center Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Jakarta Pusat, Selasa (14/10).

Fuad menyebutkan, ada dua rekomendasi yang diberikan kepada Kapolri Jenderal Pol Sutarman. Pertama, pimpinan Polri diminta untuk segera melakukan proses hukum terhadap AKP OYP, yang diketahui telah mengeluarkan tembakan, dan melukai dua anggota TNI, saat dilakukannya penggerebekan di sebuah gudang penyimpanan BBM ilegal, di Batam, Kepulauan Riau. Kedua, pimpinan Polri diminta untuk melakukan tindak lanjut terhadap pelaku penembakan dua anggota TNI lainnya, yang terjadi di depan Markas Brimob, Batam, Kepulauan Riau.

Hingga saat ini, menurut Fuad, belum diketahui siapa anggota Brimob yang menjadi pelaku penembakan. Namun, menurut tim investigasi, saat kejadian, terdapat 12 anggota Brimob yang menggunakan senjata.

“Kami minta mereka dihukum sesuai dengan kesalahan,” kata Fuad.

Adapun bagi Panglima TNI Jenderal Moeldoko, tim investigasi merekomendasikan untuk segera dilakukan proses hukum terhadap tiga orang anggota TNI yang diketahui terlibat dalam bisnis pengamanan gudang bahan bakar minyak bersubsidi ilegal di Batam, Kepulauan Riau.

“Setelah ini, satuan akan bergerak dan semua yang terlibat akan langsung diproses. Nanti akan muncul saksi internal dan eksternal,” kata Fuad.

Dalam konferensi tersebut, Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Pol Ronny F Sompie mengatakan, yang paling utama dari hasil investigasi itu bahwa situasi di Batam dan Kepulauan Riau sudah kondusif. Kehadiran tim investigasi, kata Ronny, juga memperkuat situasi keamanan dan ketertiban.

Sementara itu, berkaitan dengan penanganan kasus BBM ilegal, Ronny mengatakan, hal itu akan tetap berjalan. Hasil investigasi yang menyebut keterlibatan anggota TNI dalam penimbunan BBM ilegal tidak akan mengurangi penyidikan Polri terhadap kasus-kasus serupa di Batam.

“Distribusi BBM kini sudah semakin baik di Batam,” kata Ronny. (R05)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *