UMK Batam 2016 Rp2.994.111

Tanjungpinang, BatamEkbiz.Com – Penjabat Gubernur Kepri Agung Mulyana telah menandatangani dan menetapkan Upah Minimum Kota (UMK) Batam 2016 sebesar Rp2.994.111, tanpa upah sektoral atau kelompok.

“Sabtu sore sudah ditandangani Gubernur. Besok (hari ini) akan diedarkan ke masing-masing pengusaha setelah dibuatkan nomor keputusannya,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kepri Tagor Napitupulu di Tanjungpinang, Minggu (22/11/2015).

Menurut Tagor, penandatangan UMK dilakukan Gubernur usai pertemuan dengan perwakilan pekerja. Gubernur menetapkan UMK seluruh kabupaten/kota di Kepri sesuai PP No 78/2015, yakni Batam Rp2.994.111, Bintan Rp2.645.017, Anambas Rp2.425.110, Karimun Rp2.418.254, Natuna Rp2.252.300, Lingga Rp2.201.010, dan Tanjungpinang Rp2.179.825.

Sebelumnya, Agung Mulyana mengatakan, Dewan Pengupahan Provinsi Kepri perwakilan dari serikat pekerja mengusulkan upah kelompok usaha sektoral agar ditetapkan pemerintah. Namun dari usulan itu, tidak ada satu pun tercantum dalam PP No 78/2015 tentang Pengupahan.

“Rekomendasi permohonan penetapan upah sektoral kelompok usaha yang direkomendasikan buruh sudah saya baca. Tidak ditemukan dasar hukumnya untuk upah dengan model seperti itu. Tetapi kami akan terus menelaahnya,” katanya.

Menurut dia, Pemprov Kepri harus menetapkan UMK sesuai ketentuan yang berlaku. Karena itu, pemerintah bukan tidak memperhatikan upah sektoral K1, K2, dan K3 yang diajukan buruh, melainkan seharusnya ada pembicaraan dan pembahasan antara pengusaha dengan serikat buruh.

“Sesuai dengan PP No 78/2015 untuk upah tahunan bagi karyawan yang sudah lama bekerja, memang harus dibicarakan antara buruh dengan pengusaha,” ucapnya.

Hampir seluruh provinsi di Indonesia sudah menetapkan UMK 2016. Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat menjadi daerah dengan UMK 2016 tertinggi di Indonesia dengan nilai Rp3.330.505. Sebagai pembanding, UMP DKI Jakarta 2016 hanya Rp3.100.000.




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *