Walikota Batam Luruskan Sejumlah Informasi Penaganan Covid-19

  • Whatsapp

Batam (batameksbiz) – Walikota Batam, HM Rudi mengatakan ada sejumlah informasi terkait Penanganan Covid-19 yang keliru dan beredar di masyarakat, sehingga meresahkan masyarakat Batam. Karenanya, ia merasa perlu untuk meluruskan.

Diantaranya, informasi adanya 2.065 warga Batam terjangkit Covid-19 (vierus Corona), padahal menurutnya yang betul ada 2.065 warga Batam yang mengalami demam tinggi, dan sedang masuk dalam pengawasan.

“Yang benar itu ada 2.065 warga Batam yang demam tinggi, dan gejalanya menyerupai orang suspek Covid-19, dan saat ini sedang dalam pengawasan Gugus Penanganan Covid-19 Batam,” ungkap Rudi dalam konferensi persnya, Kamis (25/3/20) sore di alun-alun Engku Putri, Batam Center.

Informasi lainnya, lanjutnya, bahwa tidak benar Walikota Batam dan Gubernur Kepri meliburkan seluruh pegawai. “Yang benar pegawai bekerja secara bergantian, guna mengurangi kumpulan massa,” urainya.

“Kami juga tidak menutup pasar dan mall, tapi melarang terjadi kerumunan massa, guna memutuskan penyebaran Covid-19,” ungkap pria yang juga menjabat exofficio Kepala BP Batam ini.

Begitu disampaikan oleh Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Batam, Amsakar Achmad, bahwa mereka tidak menutup rumah makan atau melarang beroperasi, tetapi mereka mengimbau agar menyarangkan pelanggannya sistem bungkus, sehingga tidak berkerumun di rumah makan.

“Beroperasi tetap, tapi kita sarankan sistem order, atau bungkus,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Pengusahaan Batam yang dikoordinir oleh Abidin Hasibuan menyerahkan bantuan 800 unit Rapid Test dan uang operasional sebesar Rp2,5 miliar kepada Gugus Penanganan Covid-19 Pemerintah Kota (Pemko) Batam.

Penyerahan dilakukan secara langsung dari Abidin cs kepada Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad disaksikan oleh Walikota Batam, HM Rudi dan Sekretaris Daerah (Sekda) Batam Jefridin di alun-alun Engku Putri, Batam Center.

Informasi, bahwa Rapid Test atau Rapid Diagnostic Test (RDT) adalah alat diagnosa cepat yang biasa digunakan oleh medis dalam mendiagnosis seorang pasien terjangkit suatu penyakit atau tidak, dengan cara mengambil sampel darah yang kemudian dianalisa di laboratorium. Dan saat ini tengah trend dalam mendiagnosa awal seseorang terjangkit Covid-19 atau tidak. (r/ys)

Tinggalkan Balasan