Zulkifli Dorong Kahmi Bisa Menjahit Kembali Persatuan Bangsa

MEDAN — Ketua MPR yang juga alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Zulkifli Hasan berharap Korps Alumni HMI (Kahmi) bisa menjahit kembali persatuan bangsa. Persatuan tersebut sempat koyak karena adanya kesalahpahaman yang terjadi di masyarakat. Termasuk saat Pilkada, masyarakat menjadi terpecah belah dan saling tidak percaya.

“Saya berharap Kahmi bisa menjadi perajut persatuan bangsa,” ujarnya pada seminar Musyawarah Nasional (Munas) Ke-10 Kahmi di Medan, Jumat 17 November 2017.

Sejumlah tokoh nasional hadir pada kegiatan ini, seperti Presiden Joko Widodo, Koordinator Kahmi Mahfud MD, sesepuh Golkar Akbar Tanjung, Kapolri Jendral Tito Karnavian, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, serta tokoh-tokoh lainnya. Sementara dari Kepri hadir Pimpinan Majelis Wilayah (PMW) Kahmi Kepri, di antaranya Surya Makmur Nasution, Ridarman K Bay, dan Marsudi. Sedangkan dari Pimpinan Kolektif Majelis Daerah (PKMD) Kahmi Batam hadir Akhirman, Arif Agus Setiawan, dan Ibrahim Koto.

Zulkifli juga menyampaikan sejumlah permasalahan yang dihadapi bangsa saat ini, seperti persoalan kesenjangan, kemiskinan, dan kesalahpahaman di masyarakat.

Ia memaarkan, prinsip ekonomi pancasila sebagaimana tertuang pada Pasal 33 ayat (3) UUD 1945 mengatur bahwa bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Kenyataannya, kondisi saat ini kepemilikan aset-aset sumber daya alam oleh pemegang konsesi.

Masyarakat juga terbelah dan terkotak-kotakkan. Di antaranya dengan mengaku toleran dan menuding yang lain intoleran, pancasilais dan radikalis, perawat kemajukan dan perusak kebhinnekaan.

“Umat Islam dan Ulama adalah penjaga demokrasi. Demokrasi dan kesejahteraan saling mendukung, bukan saling meniadakan,” katanya. (R04)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *