1.800 Pegawai Non-ASN Jadi Peserta Taspen
Penandatanganan kerjasama antara Pemko Tanjungpinang dengan PT Taspen

Tanjungpinang, BatamEkbiz.com – Pemko Tanjungpinang mendaftarkan 1.800 pegawai non-Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai peserta Taspen. Non-ASN ini masuk kepesertaan Taspen program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).

Pendaftaran kepesertaan Taspen itu tertuang dalam penandatanganan nota kesepahaman kerja sama terkait penyelenggaraan JKK dan JKM. Penandatanganan dilakukan Walikota Tanjungpinang Rahma dengan Branch Manager PT Taspen Tanjungpinang Mardiani Pasaribu, Selasa (3/11/2020).

Walikota Tanjungpinang Rahma mengatakan, pihaknya terus berbenah untuk kesejahteraan pegawai. Salah satunya dengan mendaftarkan pegawai non ASN menjadi peserta PT Taspen untuk jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian.

Kerja sama ini untuk menjamin keselamatan seluruh pegawai. Ia berharap peserta Taspen ini menjadi berkah untuk seluruh pegawai non-ASN di lingkup Pemko Tanjungpinang.

“Kita berharap musibah tidak terjadi. Namun, sebagai pemimpin, saya harus melindungi dan memikirkan kondisi pegawai ke depan. Mudah-mudahan dapat melindungi kesejahteraan pegawai selama bertugas dan juga membawa keberkahan bagi PT Taspen,” harapnya.

Mardiani menyampaikan terima kasih kepada Walikota atas kerja sama tersebut. Serta mempercayai PT Taspen sebagai penyelenggara JKK dan JKM bagi pegawai non-PNS di lingkungan Pemko Tanjungpinang.

“Pendaftaran pegawai non-ASN ini sesuai dengan PP Nomor 49 Tahun 2018 tentang manajemen pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja,” ujarnya.

Peraturan pemerintah itu mengatur mengenai pegawai non-ASN yang bertugas pada instansi pemerintah. Mereka diberikan perlindungan berupa jaminan kesehatan, jaminan kecelakaan kerja, dan jaminan kematian.

Baca juga: BNI Jadi Bank Penyalur Bantuan Pangan di Tanjungpinang

“Program tersebut melindungi ASN dan non-ASN, mulai dari diangkat sebagai CPNS sampai dengan memasuki batas usia,” katanya.

Sementara itu, setelah mencapai batas usia pensiun hingga tutup usia dan dialihkan kepada ahli waris sesuai ketentuan yang berlaku. Sebagai peserta pensiun masih dilindungi dengan program hari tua dan pensiun.

Acara penandatangan kerja sama itu dihadiri Sekretaris Daerah Teguh Ahmad Syafari. Kemudian Kepala Inspektorat Tengku Dahlan dan Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan Usaha Mikro Hamalis. Selanjutnya Kabag Hukum Winarsih, Sekretaris Dinas Kominfo Soemantri, dan sejumlah pejabat PT Taspen. (re)