Connect with us

Ekonomi

11 Perusahaan tutup, ledakan pengangguran ancam Batam

Published

on

Sekupang, BatamEkbiz.Com — Ledakan pengangguran mengancam Batam. Ribuan pekerja akan jadi pengangguran dengan bakal hengkangnya belasan perusahaan pada tahun ini.

Kepala Seksi Informasi Pasar Kerja Disnaker Kota Batam Lisbeth Silalahi mengungkapkan, selama lima bulan pertama 2015, sedikitnya ada 11 perusahaan yang gulung tikar dengan alasan tidak ada order atau pailit. Sebagian besar adalah perusahaan galangan kapal.

“Perusahaan itu adalah PT Nakano S Batam, Hidro Jet Marine, PT Yee Woo Indonesia, PT Seamens Hearing Instrumen, PT Fujitek, PT Security Manajemen, PT Bintan Anugerah, PT Nidex Sank Yo, PT Diva Sarana Metal, PT Jasa Prima Mandiri, dan PT Heat Exchanger Indonesia,” katanya, Selasa (4/8/2015).

Menurut Lisbeth, jumlah pengangguran di Batam pada tahun ini melonjak dibanding tahun sebelumnya. Lonjakan jumlah pengangguran ini terlihat dari data jumlah pencari kerja di Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam. Selama 2014, jumlah pencari kerja rata-rata 1.975 orang per bulan. Pada Januari 2015 jumlahnya meningkat menjadi 2.409 orang dan Februari 2.573 orang.

“Tidak semua pengangguran merupakan pencari kerja, tapi setiap pencari kerja yang terdata di Disnaker otomatis adalah pengangguran. Kalau ditanya angka pengangguran di Batam, pastinya lebih tinggi dibanding jumlah pencari kerja,” tuturnya.

Lisbeth memaparkan, total ada 23.700 pencari kerja selama 2014, terdiri dari 13.024 perempuan dan 10.676 laki-laki. Dari jumlah itu, baru 11.771 orang atau tak sampai setengahnya yang telah disalurkan. Selebihnya, 11.929 pencari kerja belum ditempatkan. Angka pencari kerja ini semakin membengkak dengan bertambahnya pencari kerja baru selama 2015.

Meningkatnya jumlah pencari kerja ini berbanding lurus dengan angka pengangguran di Batam. Berdasarkan survei yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam setiap tahunnya, terlihat peningkatan angka pengangguran setiap tahunnya. Pada 2012 angka pengangguran tercatat 25.391 orang dan meningkat menjadi 32.031 orang pada 2013 dan 35.735 orang pada 2014.

“Meningkatnya angka pengangguran ini dipengaruhi banyak faktor, salah satunya minimnya skill. Tanpa skill, bisa-bisa kita hanya menjadi penonton saat Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) berlangsung,” ujarnya.

Kenaikan angka pengangguran, lanjut Lisbeth, juga dipicu oleh tingginya jumlah pendatang dari daerah lain ke Batam, terutama setiap awal tahun, usai kelulusan sekolah, dan setelah lebaran. Pemicu lainnya adalah banyaknya perusahaan yang hengkang dari Batam ke negara lain seperti Vietnam dan Malaysia. (R04)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *