Connect with us

Kepri

Porlasi Apresiasi Bantuan Peralatan Layar dari KONI Kepri

Published

on

Ketua Umum KONI Kepri Usep RS

BatamEkbiz.com – Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Olahraga Layar Seluruh Indonesia (Porlasi) Kepri mengapresiasi bantuan peralatan layar dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kepri. Bantuan peralatan layar itu meliputi pengadaan coach boat dan 420 racing complete yang diperuntukkan bagi persiapan atlet layar menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Tahun 2021 mendatang di Papua.

“Kami berterima kasih dengan KONI Kepri yang telah membantu pembelian peralatan layar bagi persiapan atlet menuju PON Papua,” ucap Wakil Ketua Umum Porlasi Kepri Dance Wongkaren di Nongsa, Batam, Kamis (27/8/2020).

Apresiasi itu disampaikan Dance dalam kunjungan pengurus KONI Kepri yang dipimpin langsung Ketua Umum KONI Kepri Usep RS. Turut serta dalam rombongan Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) KONI Kepri Syawaluddin, Anggota Binpres Rustam Sinaga, dan Wakil Sekretaris Umum Abdul Halim.

Menurut Dance, bantuan peralatan tersebut sangat penting bagi Porlasi. Khususnya bagi tim yang dipersiapkan ke PON, yakni atlet dan pelatih.

“Dengan bantuan pengadaan peralatan ini, maka persiapan tim bisa lebih maksimal dan atlet kian semangat. Kita berharap target pencapaian di PON juga maksimal sesuai harapan,” ujar Dance.

Ketua Umum KONI Kepri Usep RS menyampaikan bahwa KONI Kepri sangat berharap prestasi Kepri di PON mendatang terus meningkat. “Itu target kita,” ucapnya di sela-sela kunjungan keempat kalinya sepanjang kepengurusan baru KONI Kepri Periode 2020-2024 sejak dirinya terpilih di Musyawarah Olahraga Provinsi Kepri IV, Februari 2020 lalu.

Sesuai dengan harapan Usep yang disampaikan dalam visi dan misi pada pemilihan tersebut, pihaknya menginginkan Kepri terus berprestasi di multi event nasional empat tahunan itu. Jika sebelumnya Kepri berada di urutan ke-19 dengan perolehan 7 medali emas, 4 perak, dan 7 perunggu, maka target yang hendak dicapai untuk naik peringkat menuju 15 besar, tentunya capaian medali emas terus bertambah.

“Target kita jelas untuk naik peringkat, yang tentunya didukung oleh capaian perolehan medali emas juga bertambah. Dari 15 cabang olahraga lolos PON yang dipersiapkan, layar termasuk salah satu cabang olahraga yang diharapkan mendulang emas secara maksimal,” kata Usep.

Sebagai pencapaian untuk naik peringkat itu, Usep tidak main-main. Beberapa kali menggelar rapat dengan pengurus KONI Kepri termasuk dengan bidang-bidang yang ada di KONI Kepri, pihaknya selalu menekankan pencarian solusi dalam memecahkan persoalan menuju kemenangan tersebut.

Salah satunya peralatan sebagai pendukung persiapan maksimal atlet dan pelatih. “Dalam beberapa kali kami rapat dengan pengurus termasuk dengan bidang-bidang terkait, solusi pertama yang ditawarkan dengan pemenuhan kebutuhan latihan atlet, berupa peralatan lengkap yang mereka butuhkan,” ujar Usep.

Hal itu dapat segera terpenuhi, karena saat ini sedang dalam proses pengadaan. KONI Kepri telah menganggarkan dana sebesar Rp970 juta untuk pengadaan peralatan dan perlengkapan atlet dari 15 cabang olahraga lolos PON.

“Hampir separuh dari nilai yang kita siapkan diperuntukkan bagi pengadaan peralatan layar tersebut,” katanya.

Besarnya dana untuk pengadaan peralatan layar memang sangat mahal. Namun dinilai sesuai dengan kebutuhan cabang olahraga unggulan dan prioritas Kepri saat ini dalam menggantungkan harapan untuk pemenuhan target bersama itu.

“Tradisi di beberapa PON sebelumnya, cabang olahraga layar ini yang menyumbangkan medali emas terbanyak bagi kontingen untuk mengangkat nama Kepri. Tak salah kalau pengadaan peralatan mereka kita penuhi agar apa yang kita targetkan dapat mereka penuhi,” harap Usep.

Pelatih Kepala Tim Layar Kepri PON Papua Weng Samsi menyampaikan bahwa tim tetap berlatih secara mandiri. Terutama sejak Pelatprov berjalan dicanangkan KONI Kepri awal Maret lalu dan diputus pada Mei 2020 seiring mewabahnya Pandemi Covid-19 dan ditundanya pelaksanaan PON tahun depan.

“Meski PON ditunda dan Pelatprov diputus, kita tetap berlatih secara mandiri. Paling tidak kebugaran atlet terjaga dan kondisi atlet tetap baik,” ujarnya. (zak)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *