Connect with us

Karimun

Karimun Targetkan Wings Air Mendarat di Bandara Raja Haji Abdullah Tahun Ini

Published

on

Pemkab Karimun menargetkan pesawat ATR milik Wings Air mendarat di Bandara Raja Haji Abdullah pada tahun 2022 ini.

BatamEkbiz.com – Kabupaten Karimun menargetkan pesawat ATR milik Wings Air mendarat di Bandara Raja Haji Abdullah pada tahun ini.

Target Wings Air mendarat di Karimun itu disampaikan Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad saat kunjungan kerja ke Karimun, Selasa 15 April 2022.

Menurut Ansar, ia dan Bupati Karimun Aunur Rafiq segera melobi maskapai Wings Air untuk menjajal rute penerbangan dari dan ke Karimun.

Baca juga: Jokowi Pilih Bupati Karimun dan Natuna untuk Paparkan Capaian Vaksinasi

“Investor akan semakin mudah datang ke Karimun untuk melihat potensi daerah kita kalau bandaranya sudah bisa membuka banyak rute penerbangan,” ujarnya.

Saat ini Bandara Raja Haji Abdullah sudah melayani penerbangan perintis dengan maskapai Susi Air. Rutenya Karimun – Dabo Singkep (Lingga) dan Karimun – Pekanbaru setiap Rabu dan Sabtu.

Ansar berjanji akan mengembangkan bandara Raja Haji Abdullah agar dapat didarati pesawat lebih besar. Sehingga pesawat narrow body seperti Boeing 737 bisa mendarat di Bandara Raja Haji Abdullah.

Ia meyakini pengembangan Bandara Raja Haji Abdullah bakal memberikan dampak positif bagi masyarakat Karimun. Sebab kemudahan aksesibilitas daerah adalah salah satu komponen utama dalam memulihkan perekonomian.

Baca juga:Juarai MTQ Kepri, Kafilah Karimun Dapat Bonus Tidak Normal

Saat ini Pemprov Kepri dan Pemkab Karimun terus menggesa penyelesaian kewajiban masing-masing pemerintah mengenai rencana pengembangan bandara Raja Haji Abdullah.

Di antara kewajiban Pemprov Kepri adalah menerbitkan izin lingkungan, pelaksanaan reklamasi, serta proses alih fungsi kawasan hutan lindung di area perpanjangan runway 09.

Selain itu juga perlu rekomendasi Gubernur Kepri mengenai penetapan master plan serta penyusunan dokumen persiapan dan penetapan lokasi. Pemprov Kepri juga berkewajiban menggeser jalan provinsi di sisi selatan runway.

Baca juga: BBK Dilebur: Batam Hub Logistik, Bintan Pariwisata, Karimun Maritim

Kebutuhan luas lahan Bandara Raja Haji Abdullah untuk ultimated runway 2.000 x 45 meter adalah seluas 51,2 hektare secara keseluruhan.

“Percepatan pengembangan bandara ini akan kita buat seperti pembangunan jembatan Batam Bintan yang segala kelengkapan kewajiban pemerintah daerah kita selesaikan dengan cepat,” katanya. (re)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *