Connect with us

News

Ayam Taliwang Jangkau Pasar Konsumen Eropa

Published

on

Ayam Taliwang Goyang Lidah

BatamEkbiz.com – Ayam Taliwang, makanan khas Sumbawa Barat, kini memperluas pasarnya hingga menjangkau konsumen Eropa.

Makanan yang biasa tersaji dengan ayam bakar pedas ini juga populer di kalangan masyarakat Batam. Salah satu rumah makan yang ramai adalah di kawasan Pelita, Jalan Sriwijaya.

Ayam Taliwang yang menembus pasar Eropa ini adalah Ayam Taliwang Goyang Lidah. Transformasi digital menjadikan pelaku UMKM tersebut bisa menjangkau para konsumen hingga ke Turki.

Baca juga: Martabak HAR Kini Hadir di Kawasan Uniba Batam Center

Musleh, pemilik kuliner Ayam Taliwang Goyang Lidah, mengaku memanfaatkan pemasaran marketplace untuk bisa menembus pasar Turki.

“Saya menjual lewat online juga dan itu sangat membantu pemasaran,” katanya di Mataram, Rabu 30 Maret 2022.

Musleh menjual dua produk kulinernya di marketplace, yaitu Ayam Taliwang Goyang Lidah dan Sate Rembiga Goyang Lidah. Ia mengemas kedua produk tersebut, sehingga bisa tahan lama.

Baca juga: Ayam Bakar Taliwang Beras Merah

Menurut Musleh, ia mendapat bantuan pemasaran secara online dari pemerintah daerah setempat. Dalam hal ini Dinas Perindustrian Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Dinas Perindustrian yang membantu kami hingga berhasil memproduksi Ayam Taliwang dan Sate Rembiga dalam kemasan dan kaleng. Sehingga dapat dinikmati oleh masyarakat lokal, nasional, hingga internasional,” katanya.

Salah satu karyawan Musleh, yakni Yayat, membenarkan pernyataan majikannya. Menurutnya, dalam membuat produk kemasan seperti yang ada sekarang, Dinas Perindustrian NTB memberikan banyak bantuan.

Baca juga: Rasakan Menu Andalan Shibuya Fresh Milk di Street Boba Batam

“Kami mendapatkan pelatihan cara produksi dan sterilisasi makanan olahan. Kami juga mendapat pelatihan cara mengemas produk dan perizinan,” ujarnya.

Yayat adalah karyawan di bidang pengemasan. Ia mengakui bahwa menjual produk secara online telah meningkatkan angka penjualan. Saat ini setidaknya per bulan bisa mendapatkan pemasukan hingga puluhan juta.

“Kami jual Ayam Taliwang Goyang Lidah ini di beberapa marketplace seperti tokopedia, shopee, bukalapak, dan ini sangat membantu. Sekarang per bulan kami bisa menjual paling sedikit 5.000 pieces dengan harga per pieces Rp40.000. Banyak yang pesan, mulai Jawa, Sumatera, pokoknya seluruh Indonesia. Bahkan penjualannya kini sudah banyak yang dikirim ke Turki,” ujarnya.

Sejarah Ayam Taliwang

Sesuai namanya, Ayam Taliwang awalnya berasal dari Taliwang, Sumbawa Barat. Asal usulnya sendiri berasal dari nama sebuah kerajaan yang berkuasa di daerah tersebut, yaitu Kerajaan Taliwang.

Ayam Taliwang sendiri pertama kali muncul sebagai makanan perdamaian di tengah-tengah peperangan antara Kerajaan Selaparang, Lombok dengan Kerajaan Karangasem, Bali. Pada saat itu Kerajaan Taliwang dikirim ke Pulau Lombok untuk menjadi penengah dari perseteruan dua kerajaan tersebut.

Sesampainya di Pulau Lombok, prajurit kerajaan ditempatkan di sebuah wilayah yang disebut sebagai Karang Taliwang. Misinya adalah melakukan lobi-lobi kepada Raja Karangasem untuk menghentikan peperangan agar tidak banyak lagi nyawa yang harus terbunuh.

Baca juga: Ayam Percik Khas Warung Perantau

Misi ke Lombok itu tidak hanya membawa prajurit saja. Lebih dari itu, Kerajaan Taliwang menyertakan pemuka agama, juru kuda, dan koki-koki andalan. Koki-koki itu selalu menyiapkan ayam Taliwang untuk para prajurit yang bertugas. Seiring berjalannya waktu para prajurit pun berbaur dengan masyarakat suku Sasak.

Dari sosialisasi tersebut pada akhirnya suku Sasak bisa mencicipi enaknya ayam Taliwang. Mereka pun saling berbagi ilmu tentang cara pengolahannya dengan memanfaatkan bumbu-bumbu sederhana.

Ternyata santapan itu sangat disukai oleh masyarakat Lombok. Pelan tapi pasti mereka sering membuat makanan ini untuk santapan untuk keluarga.

Baca juga: Subway® Hadirkan Restoran Pertamanya di Indonesia

Berbagai sumber menyebutkan bahwa, pertama kali ayam Taliwang dijual hanya di daerah Karang Taliwang saja. Akan tetapi karena banyak orang yang datang dan mencicipinya, kuliner tesebut kian terkenal di masyarakat luar hingga daerah Mataram.

Resep Ayam Taliwang

Resep Ayam Taliwang yang khas adalah ayam bakar dengan cita rasa gurih dan pedas. Koki-koki Kerajaan Taliwang membuat bumbu tersebut dari hasil sumber daya alam di wilayah mereka bertugas.

Bumbu makanan khas ini terdapat bahan-bahan seperti bawang merah, cabai, garam, terasi, dan bawang putih. Bahan-bahan untuk resep pembuatannya merupakan bumbu rempah khas Lombok.

Bahan utama resep Ayam Taliwang adalah ayam kampung bakar dengan bumbu khas. Sehingga sajian ayam bakarnya menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan kuliner.

Baca juga: Starbucks Hadirkan Menu Berbahan Nabati di 57 Gerai

Berikut bahan-bahan untuk membuat resep ayam Taliwang.

  • 1 ekor ayam pejantan, belah dua tidak putus
  • 1/2 sdt garam
  • 1/4 sdt merica bubuk
  • 1/2 sdt penyedap rasa
  • 1 sdt kaldu bubuk
  • 2 sdm air jeruk nipis
  • 30 ml minyak, untuk menumis
  • 2 lembar daun jeruk, buang tulang daunnya
  • 10 gram jahe, iris
  • 2 batang serai, memarkan
  • 1 1/2 liter air
  • 200 ml santan kental
  • 1 1/2 sdt ketumbar bubuk
  • 1 sdt garam
  • 2 sdt kaldu bubuk instan rasa ayam
  • 1 sdt penyedap rasa
  • 1/4 sdt merica bubuk
  • 5 sdt gula pasir
  • 3 sdm gula merah

Bumbu yang dihaluskan

  • 10 gr bawang putih
  • 20 gr bawang merah
  • 100 gr cabai merah, haluskan

Sambal

  • 30 gr minyak, untuk menumis
  • 1 sdt garam
  • 2 sdt kaldu bubuk instan rasa ayam
  • 1/2 sdt penyedap rasa ayam
  • 1/2 sdt penyedap rasa
  • 4 sdt gula pasir
  • 1/4 sdt merica bubuk
  • 2 sdm air jeruk

Bumbu yang dihaluskan

  • 100 gr cabai merah besar, buang bijinya
  • 20 gr bawang putih
  • 40 gr bawang merah
  • 175 gr tomat, kupas, buang bijinya
  • 1/2 sdt terasi

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *