Connect with us

Kepri

Pelabuhan Sei Tenam Lingga, Sarana Pendukung Wisata Tugu Khatulistiwa

Published

on

BatamEkbiz.com – Pelabuhan Sei Tenam di Kabupaten Lingga menjadi salah satu sarana pendukung bagi kemajuan wisata Tugu Khatulistiwa.

Tugu yang menjadi ikon wisata Lingga ini berada di Tanjung Teludas, Desa Mentuda, Kecamatan Lingga, dekat Pelabuhan Sei Tenam.

Karena terletak di kawasan yang strategis, Pelabuhan Sei Tenam pun menjadi sumber pendapatan daerah bagi Lingga. Saat ini Dinas Perhubungan (Dishub) Lingga sedang berusaha untuk bisa mengelola pelabuhan ini 100 persen.

Baca juga: 8 Pelabuhan di Kepri Pintu Masuk Turis, Ini Daftarnya

Selama ini aset pelabuhan domestik tersebut dimiliki bersama oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri dan Pemkab Lingga. Dengan nilai aset 70 persen milik Pemprov Kepri dan 30 persen milik Pemkab Lingga.

Kepala Dinas Perhubungan Lingga, Hendri Efrizal berharap Pemprov Kepri mengkaji ulang pengelolaan Pelabuhan Sei Tenam. Tujuannya untuk meningkatkan pendapatan asli daerah Lingga yang tergolong rendah dibanding kabupaten atau kota lain di Provinsi Kepri.

“Kami berharap dengan sangat bahwa yang kami lakukan di pelabuhan dari 2013, ada beberapa retribusi yang kami tarik dan bermanfaat bagi kami. Mohon dengan sangat kepada Pemprov Kepri untuk menelaah kembali dan mempelajari itu. Kami akan berupaya agar Sei Tenam berikan kepada kami atau hibahkan kepada kami,” ujarnya.

Baca juga: Ferry Batam Singapore Bisa Masuk Batam dari Seluruh Pelabuhan Internasional

Sejauh ini pengelolaan Pelabuhan Sei Tenam telah memberikan kontribusi bagi pendapatan daerah hingga Rp1,2 miliar. Pelabuhan ini menjadi jalur pelayaran yang penting bagi ferry regular Lingga-Tanjungpinang dan Lingga-Batam.

Hendri menjelaskan, pengelolaan pelabuhan 100 persen berpotensi meningkatkan pendapatan daerah, utamanya dari sektor pariwisata. Salah satunya melalui penjualan paket wisata ke Tugu Khatulistiwa dan destinasi wisata lain di Lingga.

“Kami terus berkomunikasi dengan Pemprov Kepri agar dapat menyerahkan pengelolaan Pelabuhan Sei Tenam sepenuhnya,” kata Hendri. (re)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *