Connect with us

Batam

Batam Aero Technic Incar Peluang Ribuan Pesawat Pasar Asia Pasifik

Published

on

Airlangga kunjungi KEK Batam Aero Technic

BatamEkbiz.com – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto berharap Batam Aero Technic (BAT) mampu menangkap peluang pasar Asia Pasific. Jumlahnya mencapai 12 ribu unit pesawat.

“Dalam jangka menengah diharapkan mampu menangkap peluang pasar Asia Pasifik yang memiliki sekitar 12.000 unit pesawat dan bernilai bisnis sekitar US$100 miliar pada 2025. Biaya akan bersaing dengan negara tetangga, dengan air traffic yang besar, dengan lokasi Batam yang strategis,” jelas Airlangga.

Harapan itu disampaikan Menko Airlangga dalam kunjungannya ke KEK BAT dan KEK Nongsa Digital Park (NDP) di Batam, Rabu 27 April 2022. Kunjungan tersebut selain untuk meninjau langsung kemajuan pembangunan sejak penetapan kedua lokasi tersebut sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Baca juga: Menko Airlangga, Menteri Agus dan Suharso Kunjungi KEK Batam Aero Teknik

BAT beroperasi sebagai KEK berdasarkan PP Nomor 67 Tahun 2021 dan berfokus pada kegiatan industri berbasis Maintenance, Repair, dan Overhaul (MRO) pesawat udara serta logistik.

“Kami meninjau KEK terkait MRO, dibandingkan dengan Juni 2021 lalu, sekarang sudah ada progres. Terutama dari pembangunan hanggar yang baru, dan terlihat juga kapasitas maintenance meningkat. Tentunya yang penting adalah jumlah tenaga kerja yang meningkat menjadi 3.000 orang, terdiri dari 1.500 insinyur/sarjana teknik, dan sisanya teknisi atau mekanik,” paparnya.

KEK BAT dibangun di atas lahan seluas 30 hektare dengan pembangunan dalam 4 tahapan. Sementara itu investasi yang akan masuk sampai 2030 targetnya Rp7,29 triliun dan sudah terealisasi sekitar Rp3 triliun hingga April 2022.

Baca juga: Investasi KEK BAT di Batam Ditargetkan Rp7,2 Triliun

Penyerapan tenaga kerja KEK BAT di 2030 targetnya 9.976 orang dan sudah terealisasi 1.474 orang hingga April 2022.

“Selain itu, kalau industri MRO itu pencapaian target investasinya berdasarkan jumlah pesawat yang lagi di-repair. Saat ini kelihatan kapasitasnya bertambah dan sudah mampu menangani 44 pesawat pada saat bersamaan,” ungkapnya.

Airlangga memperkirakan pembangunan BAT akan menghemat devisa 65 persen hingga 70 persen dari kebutuhan MRO. Terutama dari maskapai penerbangan nasional senilai Rp26 triliun per tahun yang selama ini mengalir ke luar negeri.

Baca juga: Pulau Pengalap Diusulkan Jadi KEK Pariwisata

Airlangga kemudian melanjutkan kunjungan ke KEK NDP yang memiliki luas 166,45 hektare dan beroperasi sebagai KEK melalui PP Nomor 68 Tahun 2021. KEK ini untuk berbagai kegiatan yang antara lain mencakup riset, ekonomi digital, dan pengembangan teknologi serta pariwisata, pendidikan, dan industri kreatif.

Target total investasi untuk KEK ini sebesar Rp39 triliun. Terdiri atas investasi pembangunan kawasan Rp1,3 triliun dan investasi pelaku usaha Rp37,7 triliun. Sementara target penyerapan tenaga kerja sebesar 16.500 orang di 2040 dan telah terealisasi 1.070 orang pada akhir 2021.

“Di sini kita melihat progres dari industri animasi dan sejak diberikannya status KEK pada Juni 2021 lalu, sudah terlihat ada 11 perusahaan Data Center yang berkomitmen berinvestasi senilai Rp14 triliun. Dan kebutuhan tenaga listriknya di atas 125 MW. Pemerintah akan terus mendorong supaya NDP bisa merealisasikan investasinya dalam waktu dekat. Target investasi di NDP sekitar Rp60 triliun, tapi yang disanggupi baru Rp40 triliun. Jadi kita lihat secara bertahap antara Rp40 triliun sampai Rp60 triliun,” tutur Airlangga.

Baca juga: Citra Tubindo dan Ciputra Bangun Cintra Aerolink Batam

Airlangga diinformasikan mengenai perkembangan pendidikan talenta digital di KEK NDP yang bekerja sama dengan beberapa mitra di bidang edukasi. Di antaranya Royal Melbourne Institute of Technology (RMIT) University Australia untuk Cyber Security course, Amazon Web Services (AWS) untuk cloud data management, dan Epic Games untuk training for trainer menggunakan platform Unreal Engine.

Mike Wiluan selaku CEO Nongsa Digital Park berharap dapat mengembangkan SDM, khususnya di bidang IT sehingga KEK NDP nantinya dapat memberikan kontribusi pada usaha IT ke perekonomian nasional. Selain itu, Mike juga menambahkan rencana Infinite Studio untuk membangun virtual studio.

Menurut Airlangga, KEK NDP dapat berperan sebagai entry point untuk perusahaan IT internasional. Baik dari Singapura maupun negara lainnya serta menjadi IT Hub Digital Bridge Indonesia ke Singapura dan dunia internasional.

Baca juga: Kunjungi Nuvasa Bay dan Nongsa D-Town, Ini Harapan Sandiaga

Selain itu, KEK NDP juga menjadi pusat pengembangan SDM muda digital Indonesia yang nantinya dapat berperan besar dalam perekonomian nasional dengan menjadi technopreneur.

“Kehadiran KEK NDP diperkirakan akan mampu menghemat devisa negara dalam bisnis digital Rp20 triliun hingga Rp30 triliun per tahun. Dengan kontribusi terbesar dari sektor data center dan pendidikan internasional,” ucapnya. (re)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *