Connect with us

Ekonomi

Budidaya Sarang Burung Walet Hasilkan Pendapatan Ratusan Juta Saat Panen

Published

on

BatamEkbiz.com – Budidaya sarang burung walet di Kabupaten Lingga menjadi sektor pendapatan yang menjanjikan bagi daerah. Pada 2021, pendapatan daerah dari produksi sarang burung walet ini mencapai Rp109 juta.

Nilai pendapatan daerah dari sarang burung walet melebihi dari target yang ditetapkan Pemkab Lingga sebesar Rp76 juta. Melonjak Rp33 juta atau sekira 43,4 persen dari target.

Naiknya pendapatan daerah ini berasal dari banyaknya pengusaha-pengusaha baru sarang burung walet di Lingga. Mereka memanfaatkan gedung-gedung tinggi yang kosong sebagai budidaya walet.

Baca juga: Ribuan Nelayan dan Pedagang Terima Bantuan Tunai dari Polres Lingga

Kepala Badan Pendapatan Daerah Lingga, Sumiarsih membenarkan pendapatan daerah dari budidaya sarang burung walet melebihi dari target.

“Untuk sarang burung wallet tahun lalu kita menargetkan Rp76 juta. Realisasi per Desember 2021 sebesar Rp109 juta, jadi persentasenya 143 persen dari target,” katanya, Sabtu 26 Maret 2022.

Sumiarsih menargetkan pada tahun 2022 pendapatan daerah dari budidaya sarang burung walet tetap Rp76 juta.

Baca juga: Videotron di Lingga Sajikan Visualisasi Digital

“Kalau tahun ini kita menargetkan masih sama. Sebab kita menempatkan target ini di pertengahan tahun. Mungkin di perubahan akan kita ubah, kita naikkan targetnya,” ujarnya

Sumiarsih menjelaskan bahwa budidaya sarang burung walet ini tersebar di seluruh kecamatan di Lingga. Seperti di Dabo Singkep, Singkep Barat, Penuba, Pancur, Lingga Utara, Senayang, dan Lingga Timur.

Sementara itu Bupati Lingga M. Nizar terus mendorong Bapeda untuk mengoptimalkan pemungutan pajak dari sarang burung walet.

Baca juga: 8 Pelabuhan di Kepri Pintu Masuk Turis, Ini Daftarnya

“Kita minta kepada Bapeda bersama PTSP dan PU agar sarang burung walet di Lingga lebih optimal pemungutan pajaknya,” katanya.

Adapun secara keseluruhan, realisasi pendapatan asli daerah (PAD) Lingga 2021 meningkat 17 persen dari target. Sebelumnya daerah menargetkan PAD Rp53,4 miliar dan terelisasi Rp62,9 miliar lebih.

Menurut Sumiarsih, peningkatan pendapatan daerah itu berasal dari berbagai sektor. Di antaranya sektor tambang atau galian C, sarang burung walet, dan lainnya. (payling)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *