Connect with us

Batam

Go Digital Perluas Akses Pembiayaan dan Pemasaran UMKM Batam

Published

on

Menteri Koperasi dan UKM meresmikan PLUT Batam dan mendorong UMKM go digital.
Menteri Koperasi dan UKM meresmikan PLUT Batam dan mendorong UMKM go digital.

BatamEkbiz.com – Go digital dalam pembayaran dan pencatatan transaksi akan memudahkan UMKM Batam untuk terhubung ke akses pembiayaan, pasar, dan bahan baku.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan hal tersebut saat peresmian Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Batam akhir Maret 2022. Ia mendorong UMKM Batam masuk ke dalam lokapasar (marketplace) serta digitalisasi proses bisnsi.

“Kita ingin mendorong semua UMKM go digital,” ucapnya.

Baca juga: Pelaku UMKM Gelar Bazar di Melayu Bedendang Bintan

Teten menerangkan, Batam merupakan daerah yang menjadi tujuan turis terbesar nomor dua setelah Bali. UMKM Batam bisa memanfaatkan potensi besar ini untuk mengembangkan sejumlah sektor, seperti kuliner, souvenir, fesyen, dan industri hiburan.

Untuk itu, UMKM perlu memperkuat produk dan bisnisnya melalui konsultan serta kemudahan akses pembiayaan dan pasar. UMKM Batam juga perlu merancang ulang pengemasan produk guna menarik perhatian konsumen dan penggunaan berbagai platform digital.

“Dengan terhubung ke platform digital lokal, maka akan memberikan akses pasar yang baik bagi usaha mikro,” katanya.

Baca juga: 926 UMKM di Kepri Daftar Sertifikasi Halal

Penggunaan platform digital menjadi strategi bertahan utama bagi UMKM, termasuk UMKM milik perempuan selama pandemi Covid-19. UN Women Representative and Liaison to ASEAN, Jamshed Kazi, mengungkap hal tersebut.

Menurutnya, hasil riset menyatakan digitalisasi membantu UMKM milik perempuan untuk bertahan. Bahkan berkembang apabila mereka adalah usaha muda. Lebih dari 50 persen UMKM ini menggunakan lebih dari tiga platform digital untuk menjalankan bisnis.

Sekitar 82 persen perempuan mencatat penggunaan digital membantunya menyeimbangkan pekerjaan dan tanggung jawab domestik serta keluarga dengan lebih baik.

Baca juga: 70 Produk UMKM Unggulan Batam Dipamerkan di Mega Mall

Sekitar 75 persen UMKM milik perempuan berbanding 78 persen UMKM milik laki-laki, mengambil tindakan menghadapi hilangnya pemasukan saat pandemi. Hanya saja, perempuan memiliki lebih sedikit pilihan dalam menghadapi situasi tersebut.

“Dengan demikian, perempuan Indonesia memainkan peran signifikan serta berkontribusi pada ekonomi Indonesia sebagai pemilik dan pengusaha UMKM,” katanya. (re)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *