Connect with us

News

Kerja Berat Demokrat Kepri

Published

on

Bendera dan baliho Partai Demokrat menghiasi Kota Batam jelang pelantikan Pengurus Demokrat Kepri.
Bendera dan baliho Partai Demokrat menghiasi Kota Batam jelang pelantikan Pengurus Demokrat Kepri.

BatamEkbiz.com – Kepengurusan DPD Partai Demokrat Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) akan dikukuhkan Senin, 11 April 2022 di Hotel Aston Batam. Partai berlambang bintang segitiga ini ingin merengkuh kembali kejayaan di Kepri, utamanya Kota Batam.

“InshaAllah kita siap membesarkan dan memenangkan Partai Demokrat di Provinsi Kepri dengan merebut legislatif dan eksekutif. Siap mengembalikan kejayaan Demokrat di Kota Batam, pernah menjadi Wali Kota dan Ketua DPRD Batam,” tekad Asnah usai terpilih sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Kepri, awal 2022 lalu.

Asnah sepertinya ingin merebut kembali kejayaan Demokrat di Batam dan Kepri seperti pada pemilihan umum (Pemilu) 2009 lalu. Saat itu, Demokrat berhasil memuncaki perolehan dengan 15 persen suara dan 7 kursi DPRD Batam. Perolehan suara Demokrat mencapai 45.592, melampaui PDIP yang memperoleh 28.478 suara dan Golkar 25.632 suara. Demokrat berhasil menempatkan politisinya sebagai Ketua DPRD Batam.

Baca juga: Penundaan Pemilu 2024 Langgar Konstitusi dan Rusak Demokrasi

Tidak hanya di legislatif, Demokrat juga menguasai eksekutif. Kemenangan Demokrat di Pileg 2009 diikuti kemenangan Ketua Demokrat Batam Ahmad Dahlan sebagai Wali Kota Batam di Pilkada 2010.

Sementara di tingkat Provinsi Kepri, Demokrat bertengger di urutan dua perolehan suara dan kursi terbanyak. Partai ini meraih 16,7 persen suara, di bawah Golkar dengan 17,2 persen suara. Hanya saja untuk jumlah kursi, baik Golkar dan Demokrat sama-sama memperoleh 7 kursi.

Masa-masa kejayaan itu tak berlangsung lama. Pada pemilu-pemilu berikutnya, perolehan suara dan kursi Demokrat di DPRD Batam dan Kepri terus merosot.

Baca juga: Demokrat di Pilkada Batam, Punya Kursi Tak Punya Kawan Koalisi

Pada Pileg 2014, Demokrat hanya memperoleh 12,9 persen suara dan 5 kursi DPRD Batam.

Di pemilu 2019, nasib Demokrat lebih tragis lagi. Perolehan suaranya di Batam merosot di angka 6,5 persen dengan 34.096 suara. Begitu juga perolehan kursinya di DPRD Batam, tinggal 3 kursi.

Suara Demokrat Kepri

Satu per satu elit Demokrat pun hengkang. Wali Kota Batam, Rudi misalnya, justru loncat ke Partai Nasdem usai terpilih sebagai Ketua Demokrat Batam.

Pemilu 2024 menjadi kerja berat bagi Pengurus Demokrat Kepri untuk mengembalikan kejayaan partai. Tidak hanya memaksimalkan perolehan suara dan kursi, namun juga membangun soliditas internal dan meredam potensi konflik internal.

Baca juga: Wacana Penundaan Pemilu 2024, Mahfud MD: Tidak Pernah Ada Pembicaraan Khusus

Potensi konflik itu salah satunya bersumber dari kekecewaan para elit internal Demokrat atas putusan DPP yang lebih menghendaki Asnah sebagai Ketua DPD Demokrat Kepri.

Asnah akhirnya terpilih memimpin Demokrat Kepri, meski kalah dukungan suara dari rivalnya, Agus Wibowo.

Sebelumnya, musyawarah daerah (Musda) ke-4 Partai Demokrat Kepri memutuskan tiga Calon Ketua yang lolos verifikasi. Mereka adalah Agus Wibowo, Husnizar Hood, dan Asnah.

Baca juga: Jago Nasdem di Pilwako Batam 2024, Amsakar atau Marlin?

Musda yang berlangsung di Lumire Hotel and Convention Center Jakarta pada Jumat 19 November 2021 tersebut sempat beberapa kali tertunda. Berdasarkan persyaratan, ketiga nama dinyatakan sudah memenuhi dukungan minimal 20 persen atau minimal 2 dari 9 suara DPC sebagai calon ketua.

Agus Wibowo unggul dengan dukungan 4 suara DPC. Sementara dukungan terhadap Asnah dan Husnizar, masing-masing tak lebih dari 2 suara.

Namun dukungan terbanyak DPC tidak otomatis menentukan keterpilihan Agus Wibowo sebagai Ketua Demokrat Kepri. Hal yang sama juga terjadi di DPD Demokrat Jawa Timur, Jawa Barat, NTT, dan Sulawesi Selatan.

Musda hanya merekomendasikan tiga nama calon ke DPP Partai Demokrat untuk menjalani fit and proper test bersama Tim Tiga.

Baca juga: PKS Siapkan 4 Nama di Pilkada Batam 2024

Ketiga tim itu terdiri dari Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Sekretaris Jenderal Teuku Riefky Harsya, dan Ketua Badan Pembinaan Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan (BPOKK) Herman Khaeron.

Lewat fit and proper test di Hotel Lumiere Jakarta pada Senin 3 Januari 2022, DPP akhirnya memutuskan Asnah sebagai Ketua Partai Demokrat Kepri.

Beberapa elit Demokrat yang tidak terima dengan keputusan tersebut memilih hengkang dan bergabung dengan parpol lain. Ada juga yang hanya menjadi penonton, tidak masuk di kepengurusan partai.

Kini, pertaruhan bagi Asnah untuk meredam konflik dan membangun soliditas internal guna merebut kembali kejayaan partai. Jika tidak, maka Demokrat bisa makin terpuruk dan menjadi partai gurem di Kepri akibat ditinggalkan kader-kader yang telah membesarkannya. (FORUM REDAKSI)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *