Connect with us

Kepri

SKPT Dibangun Akhir Juli, Natuna Segera Miliki Pelabuhan Perikanan

Published

on

Presiden Jokowi saat mengunjungi SKPT Selat Lampa, Natuna, awal 2020 lalu.

BatamEkbiz.com – Kementerian Kelautan dan Perikanan akan mempercepat pembangunan Sentra Kelautan Perikanan Terpadu (SKPT) di Natuna dan empat pulau terluar lainnya. Keempat pulau terluar itu meliputi Sabang, Morotai, Moa, dan Saumlaki.

Percepatan pembangunan SKPT di Natuna itu menggunakan skema tender untuk mendapatkan kontraktor pelaksana yang berkualitas. Rencana pekerjaannya adalah pembangunan pelabuhan perikanan dan pasar ikan.

“Akhir Juli atau awal Agustus 2022 sudah bisa mulai konstruksi fisiknya,” kata Direktur Kepelabuhan Ditjen Perikanan Tangkap KKP Tri Aris Wibowo.

Baca juga: AirNav Tegaskan Kesiapan Layani Navigasi di NKRI, Termasuk Natuna dan Kepri

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, memastikan percepatan penyelesaian pembangunan lima SKPT tersebut menyusul telah selesainya pembangunan SKPT Biak 2021.

Pembangunan SKPT di pulau terluar merupakan hasil kerja sama Indonesia melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan Japan International Cooperation Agency (JICA). Pembangunan keenam SKPT itu dalam dua tahap, yakni phase 1 dan 2 menggunakan dana hibah Pemerintah Jepang sebesar 5,5 miliar Yen.

Menteri Trenggono mengungkapkan, karena situasi pandemi Covid-19, terjadi keterlambatan pembangunan lima SKPT di pulau terluar. Percepatan pembangunan tersebut untuk mendukung peningkatan produktivitas subsektor perikanan tangkap, terlebih KKP segera menerapkan kebijakan penangkapan terukur.

Baca juga: Indonesia Ambil Alih Ruang Udara Natuna dari Singapura

“Pada 2020 dan 2021 adalah tahun pandemi. Jadi keterlambatan karena harus ada approval dari JICA dan JICA consultant tidak bisa ke sini,” ungkapnya, Kamis 7 April 2022.

Chief Representative JICA Indonesia Shigenori Ogawa mengatakan pihaknya siap mendukung percepatan penyelesaian pembangunan. Rencananya, proyek strategis itu akan menjadi pembahasan dalam pertemuan pemimpin kedua negara pada puncak G20.

Baca juga: TNI AL Survei Lahan Pembangunan Pangkalan Baru di Natuna

“Kami mengharapkan proses konstruksi bisa mulai bulan Agustus, dan kalau ada yang bisa membantu menyiapkan lelang oleh JICA tolong sampaikan. Proyek ini merupakan proyek strategis dan simbolis antara dua negara. Jadi kemungkinan di pertemuan G20 akan ada pembahasan juga,” terangnya.

Selain membahas pembangunan SKPT, dalam pertemuan tersebut membahas pula potensi kerja sama lainnya di masa mendatang. Seperti pembangunan dermaga kapal pengawas, pelatihan awak untuk peningkatan kualitas pengawasan, serta pembangunan pelabuhan perikanan di zona-zona penangkapan ikan terukur. (re)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *