Awalnya Seorang TKA China, Kini Tiga Lagi Karyawan Perusahaan Plastik di Kabil Positif Corona

  • Whatsapp

Tambahan berikutnya adalah seorang laki-laki berinisial “Tn.K” usia 23 tahun. Karyawan perusahaan plastik di Kawasan Kabil, beralamat di kawasan perumahan Kavling Senjulung, Kelurahan Kabil ini merupakan kasus baru Covid-19 nomor 215 Kota Batam. Ia merupakan tenaga kerja lokal dan merupakan sesama pekerja dengan terkonfirmasi kasus nomor 204, namun beda divisi.

Berikutnya, adalah seorang laki-laki berinisial “Tn.AB” usia 22 tahun. Karyawan perusahaan plastik di Kabil ini beralamat di kawasan perumahan Bengkong Sadai, Kelurahan Sadai, Kecamatan Bengkong dan merupakan kasus baru Covid-19 nomor 216 Kota Batam. Ia merupakan tenaga kerja lokal di salah satu pabrik plastik di kawasan Industri Kabil dan merupakan sesama pekerja dengan terkonfirmasi kasus nomor 204, namun beda divisi.

Bacaan Lainnya

Berikutnya, seorang laki-laki berinisial “Tn.RPW” usia 24 tahun. Karyawan perusahaan per-film-an ini beralamat di Rumah Susun BPJS Batu Besar, merupakan kasus baru Covid-19 nomor 217 Kota Batam. Ia merupakan adik kandung dari terkonfirmasi positif kasus nomor 208.

Selanjutnya, seorang perempuan berinisial “Ny.BR.brBB” usia 33 tahun. Ibu rumah tangga (IRT) ini merupakan warga Pematang Siantar, Sumatera Utara yang saat ini beralamat sementara pada salah satu hotel di kawasan Pelita, Lubukbaja dan merupakan kasus baru Covid-19 nomor 218 Kota Batam.

Ny.BR.brBB tiba di Batam pada 17 Juni bersama suaminya, kemudian menginap di sebuah hotel di kawasan Batuaji sampai 19 Juni. Pada 20 Juni memeriksakan diri untuk rapid tes mandiri guna memenuhi persyaratan penerbangan kembali ke Medan di Klinik Husada Medika dengan hasil reaktif.

Selanjutnya pihak klinik merujuk yang bersangkutan ke Puskesmas Batuaji guna dilakukan pemeriksaan swab tenggorokan yang dijadwalkan pada 22 Juni. Namun yang bersangkutan justru pindah menginap ke hotel di Pelita.

Dari pelacakan Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Batam diketahui yang bersangkutan sudah berada di ruang tunggu Bandara Hang Nadim Batam. Setelah diedukasi, pasien tersebut kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Rujukan RSKI Galang guna dilakukan karantina /isolasi.

Keesokan harinya, tanggal 13 Juni dilakukan pemeriksaan swab tenggorokan yang hasilnya diketahui pada hari ini dengan terkonfirmasi positif. Sedangkan sang suami, menurut pasien perempuan ini, sudah berada di Kota Tanjungpinang untuk bekerja. (re)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *