Bangunan Pemerintah dan Industri Didorong Gunakan PLTS Atap
Pemerintah mendorong penggunaan PLTS Atap di berbagai jenis bangunan milik pemerintah, pabrik industri, bangunan komersial, hingga ke pelanggan komersial.

BatamEkbiz.com – Gerakan Nasional Sejuta Surya Atap (GNSSA) kini memasuki tahun keempat. Pemerintah terus menggaungkan gerakan ini dengan melibatkan asosiasi, swasta, investor, serta masyarakat. Tujuannya untuk mempercepat pencapaian bauran energi terbarukan sebesar 23% pada 2025.

Salah satu upaya yang dilakukan yakni mendorong penggunaan PLTS Atap di berbagai jenis bangunan milik pemerintah. Selain itu, pabrik industri, bangunan komersial, hingga ke pelanggan komersial juga didorong menggunakan PLTS Atap.

Kementerian ESDM melalui Ditjen EBTKE mencatat, penggunaan energi terbarukan selama lima tahun terakhir cenderung meningkat. Penggunaan PLTS Atap dalam pengembangan EBT telah digunakan oleh 4.028 pelanggan per Juli 2021. Angka ini meningkat drastis dibandingkan pemanfaatan PLTS Atap pada November 2018 yang hanya 592 pelanggan.

Selain potensinya yang besar, pemerintah juga menilai pengembangan PLTS dapat mempercepat target bauran EBT. Karena pembangunannya yang cepat, teknologi yang kian mutakhir, dan biaya yang semakin ekonomis.

Chrisnawan Anditya, Direktur Aneka Energi Baru dan Terbarukan Kementerian ESDM, mengatakan perkembangan energi terbarukan tersebut. Yakni difokuskan kepada instalasi yang cepat dan biaya produksi yang bersaing, salah satunya yakni PLTS Atap.

“Kami terus berupaya dalam meningkatkan penggunaan tenaga surya dengan menyusun Rancangan Peraturan Menteri (Permen) ESDM yang ramah bagi pengguna PLTS Atap. Salah satu yang diatur adalah memperluas penggunaan PLTS Atap dan meningkatkan nilai keekonomian PLTS Atap,” ujarnya.

Upaya pemerintah tersebut mendapat dukungan dari berbagai pelaku industri yang bergerak di bidang pengembangan tenaga surya. Ketua Umum Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI), Fabby Tumiwa mengungkapkan, potensi energi surya di Indonesia yang melimpah dapat dimanfaatkan dengan baik. Apalagi jika didukung oleh regulasi yang ramah bagi pelanggan PLTS Atap.

“Peminat PLTS Atap terutama dari kalangan industri sudah mulai meningkat. Minat ini akan terus tumbuh seiring kesadaran industri untuk menghasilkan green product dengan mengoptimalkan konsumsi listrik dari energi terbarukan. Pemerintah harus mendukung realisasi pemanfaatan PLTS Atap melalui regulasi yang mendukung dan memudahkan. Dengan demikian, seluruh masyarakat dapat mendukung pencapaian target pemanfaatan energi terbarukan dan penurunan emisi gas rumah,” katanya.

Saat ini, penggunaan PLTS Atap juga semakin diminati oleh pelaku industri. Karena adanya kecenderungan konsumen untuk mengonsumsi produk hijau yang harus dipenuhi industri. Salah satunya dari penggunaan sumber energi bersih PLTS.

Tidak hanya perusahaan global yang mulai memperhatikan penggunaan listrik bersih untuk operasionalnya. Namun perusahaan lokal juga semakin banyak yang mulai mengembangkan industri hijau.

Baca juga: Hadapi Era Digital, Persatuan Mubaligh Batam Gelar Diklat

Eka Himawan, Managing Director PT Xurya Daya Indonesia, menambahkan tingginya minat pelaku industri terhadap instalasi PLTS Atap. Hal ini seiring dengan meningkatnya konsumsi produk hijau melalui penggunaan energi listrik dari pembangkit EBT.

“Kini konsumen juga semakin kritis terhadap produk yang dikonsumsinya, apakah proses produksi dan operasionalnya memiliki dampak yang merugikan bagi lingkungan atau tidak,” ujarnya. (r)