Batam akan miliki museum dari aset MTQ

  • Whatsapp

Batam Centre, BatamEkbiz.Com — Pembangunan astaka untuk Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat nasional di Batam pada 2014 mendatang, direncanakan dapat termanfaatkan untuk kepentingan jangka panjang. Meski gelaran MTQ tingkat nasional hanya berlangsung beberapa hari, namun bangunan astaka di sisi barat dataran Engku Putri Batam Centre dengan anggaran mencapai Rp9,1 miliar tersebut, dirancang untuk tidak menjadi sia-sia.

Bangunan astaka perpaduan arsitektur bercorak Timur Tengah dan corak khas lokal, Melayu ini, tetap akan difungsikan meski gelaran MTQ tingkat nasional telah berakhir nantinya. Yakni dengan memfungsikannya sebagai museum mini, dengan pajangan aneka galeri dan replika bernilai sejarah Kota Batam.

Muat Lebih

“Sampai saat ini, Batam belum memiliki museum yang memajang barang-barang bernilai sejarah di Kota Batam tempo dulu, saat awal Batam mulai dibangun. Nantinya, astaka MTQ ini yang akan dijadikan museum Kota Batam,” ungkap Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Batam, Yusfa Hendri, Kamis (17/10/2013) malam.

Rencana pembangunan museum yang memanfaatkan cikal bakal aset astaka MTQ, jelas Yusfa, merupakan kepentingan jangka panjang. Diantaranya untuk menjadikan dataran Engku Putri sebagai pusat kegiatan dan tujuan masyarakat, terutama generasi muda Batam dalam mengisi waktu luangnya. Mulai dari menyalurkan bakat dan minat berolahraga, hingga rekreasi ke museum untuk mengenal lebih baik sejarah Kota Batam.

Kehadiran museum, bisa menjadi sarana pendidikan sejarah bagi generasi muda dan masyarakat Batam, guna mempertebal kecintaan terhadap daerah. Terutama kecintaan terhadap nilai-nilai dan warisan budaya yang sudah mengakar dan memasyarakat dari para pendahulu.

Pembangunan astaka MTQ, sebagai cikal bakal bangunan museum, akan dilakukan tanpa memugar fasilitas olahraga untuk umum yang telah dibangun sebelumnya. Seperti lapangan futsal, basket, skate board, dan panjat dinding (wall climbing) yang baru diresmikan pada Mei 2011 lalu.

Rencana pembangunan museum, juga dipastikan tidak banyak merubah bangunan astaka yang dibuat secara permanen diatas lahan seluas 1.700 meter persegi ini. Selain perubahan interior dan pengaturan ruang yang akan disesuaikan dengan kebutuhan museum. Begitupun dengan bangunan panggung bagi penampilan peserta ataupun penunjang kegiatan MTQ tingkat nasional, diantaranya akan dimanfaatkan untuk tempat pentas kegiatan seni dan budaya masyarakat umum.

Guna mendukung fungsi museum sebagai galeri dan koleksi benda-benda bersejarah di Kota Batam, sejumlah replika dan benda bernilai sejarah akan ditempatkan di dalam museum. Dimana selama ini, benda-benda bersejarah Kota Batam tersebut berada dalam penguasaan masyarakat.

Selain itu, hadirnya museum di Kota Batam diyakini Yusfa mampu menarik kunjungan wisatawan dan mempromosikan kekayaan budaya Batam. Baik wisatawan mancanegara maupun wisatawan domestik, yang tiap tahun targetnya terus meningkat.

“Kita berharap museum ini nantinya bisa menjadi ikon obyek wisata baru di Kota Batam,” ujarnya. (R02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *