Batam Bidik Industri di Gerakan 1 Miliar Kelapa

  • Whatsapp
Gerakan 1 miliar kelapa di Kepri
Pelepasan ekspor komoditas olahan kelapa ke Jerman dan India oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Bintan, Sabtu (26/9/2020).

Batam, BatamEkbiz.com – Pemko Batam mendukung gerakan 1 miliar pohon kelapa di Provinsi Kepri. Dalam gerakan ini, Batam bisa saja menjadi industri. Jika bisa memanfaatkan, nilai ekonominya cukup tinggi.

“Meski Batam belum tentu menyediakan lahan yang cukup untuk kelapa, tapi setidaknya bisa menjadi industri kelapa. Ini seperti dicanangkan gubernur,” kata Pejabat Sementara (Pjs) Walikota Batam, Syamsul Bahrum, Selasa (24/11/2020).

Bacaan Lainnya

Syamsul mengatakan, Pemko Batam sangat mendukung gerakan 1 miliar buah kelapa di Kepri. Apalagi Batam terdiri banyak pulau dengan kelurahan di pesisir yang potensi dengan tanaman kelapa.

Selain itu, Batam kini memang lebih fokus kepada industri pengolahan kelapa. Sementara daerah lain seperti Lingga, Anambas, dan Natuna bisa menyediakan bahan baku untuk industri kelapa.

“Pohon kelapa sarat manfaat, dari beriket, santan kelapa, nata de coco, dan masih banyak lagi,” katanya.

Pjs Gubernur Kepri, Bahtiar mengatakan, gerakan 1 miliar kelapa bermula dari pengalamannya mengunjungi sebuah perusahaan. Perusahaan itu justru mendatangkan bahan baku kelapa dari daerah lain.

Baca juga: Bintan Ekspor 128 Ton Olahan Kelapa ke Jerman dan India

Tidak hanya itu, ia juga pernah menghadiri acara ekspor kelapa. Sayangnya, kelapa yang diekspor melalui Kepri justru didatangkan dari daerah lain.

“Ini pukulan buat kita. Padahal tumbuhan ini sudah membudaya di kehidupan kita. Apalagi Kepri merupakan wilayah kepulauan,” katanya.

Bahtiar menjelaskan, kelapa merupakan tumbuhan yang semua bagiannya bermanfaat dan bernilai ekonomi. Manfaat kelapa mulai dari pangan hingga furniture. Daerah seharusnya dapat mengembangkan ini untuk menopang ekonomi.

“Hitungan saya, kalau bisa kita hasilkan kelapa 1 miliar, dalam waktu tertentu uang triliun akan dibawa ke daerah ini,” katanya. (re)