Batam Jadi Contoh “Nikah Masal” Dunia Usaha dan Industri

  • Whatsapp
Diskusi kelompok terpumpun (DKT) di Lima Menara, Jumat (9/10/2020).

Batam, BatamEkbiz.com – Batam menjadi contoh kebijakan “nikah masal” dunia usaha dan industri. Kebijakan itu diulas dalam roadshow dan diskusi kelompok terpumpun (DKT) di Lima Menara yang digelar Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Batam menjadi lokasi pembuka dari acara tersebut.

Diskusi berlangsung selama 2 hari, mulai 8 hingga 9 Oktober 2020 yang melibatkan pihak-pihak kompeten di bidangnya. Adapun salah satu tujuan dari acara ini adalah mensosialisasikan kebijakan pernikahan masal antara Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) dengan satuan pendidikan vokasi.

Bacaan Lainnya

“Tahun ini kami merencanakan, mengupayakan menjadi tonggak-tonggak terhadap link and match, seperti apa, Batam ini lah yang kita jadikan tempat pertama di atas pembicaraan kami dengan Kadin, Apindo. Disepakati Batam jadi lokasi pertama sebagai contoh,” kata Kasubag TU Direktorat Mitras DUDI, Yudil Chatim dalam diskusi kelompok terpumpun (DKT) di Lima Menara yang disaksikan secara virtual di Jakarta, Jumat (9/10/2020).

Menurutnya, selain Batam, kota lain yang juga akan menjadi lokasi roadshow adalah Balikpapan, Manado, Sorong dan Mandalika di Nusa Tenggara Barat. Mekanisme dari kegiatan ini adalah pertama dilakukan pameran hasil karya, yang akan menampilkan hasil produk kreatif siswa-siswa satuan pendidikan vokasi yaitu SMK, LKP dan politeknik serta pihak industri.

Berikutnya ada pula kunjungan lapangan yang dilakukan di satuan pendidikan dan industri. Kunjungan ini akan melihat cara kerja siswa atau mahasiswa dalam menghasilkan karya-karya kreatif dan inovatif sehingga diperoleh gambaran secara nyata potensi yang dimiliki oleh satuan pendidikan.

Selanjutnya masih dalam rangkaian kegiatan yang sama yaitu Diskusi kelompok Terpumpun (DKT) yang dihadiri oleh peserta mulai dari Kemendikbud hingga pemangku kepentingan daerah, satuan pendidikan vokasi, Mitra DUDI serta asosiasi industri dan media. Peserta DKT akan membahas pokok-pokok isu strategis dan per- masalahan yang terkait dengan program link and match antara dunia pendidikan dan DUDI.

Terakhir, sebagai akhir dari pelaksanaan program pernikahan masal antara DUDI dengan Satuan Pendidikan Vokasi, akan dilakukan penandatanganan PKS sebagai bentuk perjanjian bersama antara kedua belah pihak sesuai dengan tugas dan tanggungjawab masing-masing. Penandatanganan Kerja Sama ini adalah sebagai amanah yang harus ditindaklanjuti dari Nota Kesepahaman yang telah ditandayangani oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dengan Kadin Pusat.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau, M Dali mencatat hingga saat ini ada 104 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang sudah “dikawinkan” dengan 750 perusahaan. “Sebarannya di 7 kabupaten kota. Untuk semua program keahlian. Ada institusi pasangannya yang barangkali perlu dipertegas, bagaimana implementasi hasil perkawinan ini,” katanya.

Saat ini, di Kepri ada 8 SMK Negeri, di mana pada tahun ini akan menambah 1 lagi SMK Negeri yang rencananya akan mulai menerima siswa baru pada 2021.

Selanjutnya, Kepala sub bagian Dinas tenaga Kerja dan Transmigrasi Tanjungpinang, Liversin Oktaviadi mengatakan bagaimana perlunya siswa SMK dan sekolah kejuruan memperoleh pelatihan yang sesuai di bidangnya. Hal ini menurutnya akan sangat berguna jika mulai pemagangan hingga pekerjaan.

Dia mencontohkan, saat ada pengumuman pemagangan ke Jepang, setidaknya lebih dari 120 siswa SMK mendaftar. Namun saat diseleksi, hanya 8 orang yang berhasil lolos hingga tahap akhir.

“Artinya, bagaimana tamatan SMK bisa kita latih sebelum masuk ke pemagangan. Jadi, cerita yang Jepang tadi bisa tak terjadi. Ada persiapan dari dinas pendidikan, ada kerjasama,” tegasnya. (re)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *