BBK Murah, Sewa Lahan Gratis di Kawasan FTZ

Bintan, BatamEkbiz.com – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kepri menginisiasi program Batam, Bintan, dan Karimun (BBK) Murah. Program ini menawarkan stimulus bagi calon investor berupa sewa lahan gratis selama lima tahun pertama di zona perdagangan bebas atau free trade zone (FTZ) BBK. Investor hanya menanggung biaya listrik, maintenance, dan biaya operasional lainnya.

Program BBK Murah ini sejalan dengan keterjangkauan biaya produksi di Batam, seperti biaya listrik, gas, dan pelabuhan yang bersaing. Kemudian upah minimum provinsi (UMP) dan upah minimum kabupaten/kota (UMK) yang kompetitif, serta harga sewa lahan, dan self factory building (SFB) yang tidak kalah dengan Pulau Jawa.

“Kami mengharapkan BP Kawasan dan pemerintah daerah bersama-sama menyukseskan gerakan ini dengan memberikan insentif pajak daerah, layanan utilitas terjangkau, pelayanan perizinan mudah dan tidak berbelit, serta dukungan keamanan yang memberikan rasa nyaman bagi investor,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat menghadiri acara Peluncuran Program BBK Murah di Lagoy Bay, Kabupaten Bintan, Sabtu (26/9/2020).

Kawasan BBK merupakan bagian dari inisiatif pembangunan Super Hub yang menjadikannya sebagai sentra produksi, perdagangan, teknologi, dan keuangan di Indonesia. Karena itu, pemerintah mendukung penuh program BBK Murah tersebut.

Baca juga: Bahlil Minta Kepala BP Batam Cabut Izin Lahan Tidak Memenuhi Syarat

“Pengembangan industri berbasis klaster melalui Super Hub di daerah-daerah tersebut akan mendorong pemerataan ekonomi antar daerah,” imbuh Airlangga.

Pengembangan kawasan BBK ini diyakini bakal meningkatkan status kawasan ini sebagai ‘hub logistik internasional’, dapat mendukung pengembangan industri, perdagangan, maritim, dan pariwisata yang terpadu dan berdaya saing. Pasalnya, masing-masing pulau memiliki ciri khas bisnis masing-masing, tetapi saling terintegrasi dan mendukung untuk meningkatkan daya saing kawasan BBK.

Ketua Umum Kadin Pusat Rosan P Roeslani mengungkapkan bahwa pihaknya tetap semangat untuk melakukan terobosan dan jemput bola kepada para investor di luar negeri, meski di masa Covid-19 yang tantangannya besar.

“Investasi yang masuk ke Indonesia ditujukan untuk penciptaan lapangan kerja, terutama pada masa pandemi ini. Untuk program BBK Murah, tak hanya berupa sewa lahan gratis, tapi juga dari segi insentif. Hal itu akan meningkatkan iklim usaha menjadi lebih baik,” jelasnya. (re)