Biaya Tes GeNose di Pelabuhan Akhirnya Diturunkan
Pemeriksaan Covid-19 menggunakan GeNose

BatamEkbiz.com – Biaya pemeriksaan Covid-19 dengan GeNose di pelabuhan bagi calon penumpang antarpulau di Kepri, turun dari sebelumnya Rp40 ribu menjadi Rp30 ribu. Kabar itu disampaikan Ketua Harian Satgas Covid-19 Provinsi Kepri, Arif Fadillah, di Tanjungpinang pada Rabu (9/6/2021).

“Pihak Kimia Farma akhirnya menyetujui tarif tes Genose menjadi Rp30 ribu. Kami baru terima surat resmi dari Kimia Farma hari ini (kemarin),” ujarnya.

Sebelumnya, tingginya biaya pemeriksaan Covid-19 menggunakan GeNose ini sempat memicu keluhan masyarakat. Mereka keberatan dengan penerapan biaya sebesar Rp40 ribu bagi calon penumpang antarpulau di Kepri dan merasa sangat terbebani.

Keluhan masyarakat itu juga disuarkan Pimpinan Kolektif Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (PKMD KAHMI) Kota Batam yang meminta daerah menggratiskan biaya pemeriksaan Covid-19 menggunakan GeNose. Biaya pengecekan kesehatan ini dinilai sangat membebani masyarakat, terutama pengguna moda transportasi laut di pelabuhan.

“PKMD KAHMI Batam meminta pemerintah menghentikan pembayaran pemeriksaan dengan GeNose kepada masyarakat, karena ini sangat memberatkan,” kata Koordinator Presidium PKMD KAHMI Batam, Akhirman, Sabtu (5/6/2021).

Pelayanan pemeriksaan Covid-19 dengan GeNose diterapkan di sejumlah pelabuhan domestik di Batam. Di antaranya di Pelabuhan Punggur mulai 7 Mei, Sekupang mulai 12 Mei, dan Harbour Bay mulai 18 Mei.

Melalui layanan tersebut, pengelola pelabuhan mewajibkan setiap calon penumpang transportasi laut untuk menjalani pemeriksaan dengan GeNose menjelang berangkat. Biayanya Rp40 ribu dengan masa berlaku 1×24 jam.

Menurut Akhirman, jika seseorang berangkat dari Batam ke Tanjungpinang dan setelah dua atau tiga hari kemudian kembali lagi ke Batam, maka biaya yang dikeluarkan mencapai Rp215 ribu. Biaya itu untuk pass pelabuhan Rp10 ribu, tiket ferry Rp57.500, dan GeNose Rp40 ribu, pulang pergi. Belum lagi biaya transportasi darat dan biaya-biaya lainnya.

“Bagaimana jika yang berangkat dengan anggota keluarga atau dalam sepekan tiga kali bolak-balik ke Batam-Tanjungpinang. Tentunya ini sangat memberatkan dan menambah beban ekonomi masyarakat. Sebaiknya kebijakan GeNose tersebut ditinjau ulang atau dihentikan saja,” kata Akhirman.

Menanggapi keluhan masyarakat tersebut, Pemprov Kepri kemudian menyurati Kimia Farma agar menurunkan harga tes Covid-19 GeNose. Sekdaprov Arif menginginkan harga tes GeNose diturunkan separuh harga dari Rp40 ribu menjadi Rp20 ribu.

“Sudah dua kali kami surati,” kata Arif.

Arif berharap penurunan tarif Genose ini dapat mengurangi beban masyarakat yang selama ini menggunakan tes Covid-19 itu sebagai salah satu syarat wajib berpergian dengan transportasi laut antarpulau. Selanjutnya, ia menginstruksikan Wakil Ketua Harian Satgas Covid-19 Provinsi Kepri Tjetjep Yudiana untuk menindaklanjuti penurunan tarif Genose tersebut ke Kimia Farma setempat.

“Meski hanya disetujui turun jadi Rp 30 ribu. Kami tetap apresiasi,” ujar Arif.

Arif menegaskan bahwa penerapan Genose di pelabuhan bagi calon penumpang antarpulau masih terus berlanjut sampai situasi Covid-19 mereda. “Sekarang Provinsi Kepri masih zona oranye, kalau sudah kuning, mungkin tidak perlu lagi pakai GeNose Covid-19,” kata Arif. (re)