Bisnis Ikan Cupang, Makin Diminati Saat Pandemi

  • Whatsapp
Pameran dan bazar ikan cupang di Perumahan Bida Kharisma, Kelurahan Belian, Kecamatan Batam Kota, Kota Batam, Minggu (23/8/2020) pagi.

Batam, BatamEkbiz.com – Hujan belum sepenuhnya reda saat ratusan anak-anak di Perumahan Bida Kharisma, RT 02/ RW 37 Kelurahan Belian, Kecamatan Batam Kota, menyusun toples-toples kaca di bawah tenda, Minggu (23/8/2020). Masing-masing toples itu diisi seekor ikan cupang dengan warna-warni berbeda.

Kesibukan pagi itu dilakukan anak-anak dalam rangka menyemarakkan pameran dan bazar ikan cupang yang digelar di sepanjang jalan masuk perumahan. Digagas Asep Carno, ide pameran dan bazar itu berawal dari maraknya warga sekitar yang gemar memelihara ikan cupang.

Bacaan Lainnya

“Ada ratusan ikan cupang berbagai jenis yang dipamerkan dalam bazar. Tujuannya untuk meningkatkan ekonomi warga. Alhamdulillah, hasilnya lumayan,” kata Asep.

Menurut Asep, minat warga untuk mengoleksi ikan cupang makin tinggi saat pandemi corona virus diseases (Covid-19) mewabah. Banyak warga yang akhirnya beraktivitas dari rumah. Untuk mengusir jenuh, mereka memilih untuk memelihara atau budidaya ikan cupang.

Baca juga: Potensi Ekonomi Tersembunyi di Kampung Seni

Tidak seperti ikan hias lain, cupang termasuk jenis ikan yang mudah pemeliharaannya. Ikan ini bisa awet hidup tanpa oksigen bantuan dari pompa gelembung udara yang biasa dipasang di akuarium. Penempatannya lebih hemat ruang, cukup dimasukkan dalam toples plastik, toples kaca, atau akuarium mini.

“Makanannya jentik nyamuk atau kutu air dan cacing sutra. Mudah dicari dan banyak dijual di toko ikan hias atau toko burung,” kata Asep.

Berawal dari hobi, kini Pemilik Cahaya Betta Farm ini menjadikan ikan cupang sebagai sumber pendapatan ekonomi. Beberapa jenis ikan cupang dibudidaya, mulai dari giant, plakat, halfmoon, gordon, dan bluerim. Jenis gordon memiliki warna khas metalik yang berkilau. Sementara itu, blue rim memiliki warna solid putih dengan kombinasi biru di sepanjang tepi siripnya.

Di Batam, bisnis ikan cupang ini kian marak saat pandemi Covid-19, seiring kebijakan pemerintah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Banyak aktivitas yang akhirnya dilakukan dari rumah, termasuk dalam menjual dan membeli ikan cupang.

Konsumen tidak lagi mendatangi penjual, karena melakukan jaga jarak fisik. Semua dilakukan secara online, mulai dari ikan ditawarkan hingga tercapai kesepakatan harga.

Pembelinya tidak hanya warga lokal Batam, tapi juga dari berbagai daerah di Indonesia. Bahkan, banyak juga pembelinya berasal dari luar negeri, seperti Malaysia dan Singapura.

“Mereka ada komunitas penggemar ikan cupang di Malaysia atau Singapura. Jadi kalau tahu ada ikan cupang yang bagus, mereka langsung pesan,” katanya.

Asep menjelaskan, ada dua cara yang biasa dilakukan penjual dalam menawarkan ikan cupang secara online, yakni dengan sistem lelang atau mematok langsung harga ikan. Dalam sistem lelang, ikan-ikan ini dibuka dari harga terendah. Penawar dengan harga tertinggi berhak atas ikan yang ditawarkan tersebut.

Harga ikan cupang yang dipasarkan bervariasi. Ada yang jual per ekor, mulai dari Rp15 ribu. Ada yang yang menjual sepasang, terdiri dari dua ekor-jantan dan betina- dengan harga mulai Rp50 ribu.

“Di kalangan komunitas harganya bisa lebih tinggi lagi. Ada yang pernah sampai Rp1 juta per ekor. Pembelinya dari Bali,” kata Asep.

Kini, ikan cupang tak lagi menjadi sekadar hiasan atau ikan aduan. Namun sudah menjadi ceruk bisnis potensial di masa pandemi. (re)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *