BP Bantu Carikan Solusi Pembangunan Lahan Tidur

Batam Center, BatamEkbiz.Com – Badan Pengusahaan (BP) Batam akan memanggil pengusaha penerima lokasi lahan untuk menanyakan kendala dalam membangun lahan tidur. “Jadi bukan negoisasi, tetapi mencari solusi,” kata Dwianto Eko Winaryo, Anggota Deputi III Bidang Perusahaan Sarana BP Batam, Kamis 16 November 2017 di gedung Marketing BP Batam.

Dwianto mengaku akan melakukan komunikasi untuk mencarikan solusi kebuntuan antara pengusaha pemegang alokasi lahan dengan BP Batam secepatnya. Dengan komunikasi tersebut diharapkan bisa mencairkan kebuntuan, salah satunya dengan melakukan revisi Perka 10/2017 mengenai lahan.

“Perka 10/2017 ini bertujuan untuk mengakomodir kepentingan bersama supaya pembangunan bisa berjalan dengan baik. Draft revisi Perka 10/2017 sudah dibuat, mudah-mudahan Minggu depan sudah selesai,” katanya.

Setelah draft selesai, sebelum dilakukan revisi Perka 10 dan ditandatangani, lanjut Dwianto, pihaknya akan menyosialisasikan terlebih dahulu kepada stakeholder seperti Pemko Batam, DPRD, pengusaha, dan masyarakat. Sehingga ketika keputusan diambil diharapkan tidak menimbulkan kegaduhan pada masyarakat.

“Dengan men-share draft revisi Perka 10, paling tidak sudah membuka ruang komunikasi, walaupun tidak bisa menjamin bisa memuaskan keinginan semua pihak,” katanya.

Dalam jumpa pers dengan awak media di Gedung Marketing BP Batam tersebut, Dwianto juga menjelaskan dalam revisi Perka 10 ada tiga dasar Jaminan Pelaksanaan Pembangunan, yaitu luas lahan, peruntukan lahan, dan lokasi lahan.

Dalam revisi tidak dicantumkan persentasenya karena sensitif terhadap jenis usaha. “Usaha padat modal berbeda platformnya dengan padat karya, nanti presentase Jaminan Pelaksanaan Pembangunan ada surat keputusan kepala,” jelasnya. (adi)