Bukan Main, Ini Jawaban PLN Batam Atas Naiknya Tagihan Listrik yang Dikeluhkan Pelanggan

  • Whatsapp

Batam, BatamEkbiz.com – bright PLN Batam akhirnya menanggapi keluhan sejumlah pelanggan terkait kenaikan tagihan listrik pada bulan Juni ini. Salah satu penyebabnya adalah karena tidak adanya pengecekan meteran pemakaian listrik ke rumah-rumah oleh pertugas.

“Seperti yang diketahui, untuk membantu memutus rantai penyebaran Covid-19 bright PLN Batam tidak melakukan pembacaan stand kWh meter pelanggan pada akhir bulan Maret dan akhir bulan April,” ujar General Manager Unit Business Services (GM UBS) bright PLN Batam, Fransis Al Zauhari, sebagaimana dikutip di laman resmi PLN Batam, Rabu (3/6/2020).

Bacaan Lainnya

Sebagai gantinya, jelas Fransis, pelanggan diminta menyampaikan foto stand kWh meter secara mandiri ke PLN Batam. Apabila pelanggan tidak menyampaikan stand pembacaan kWh secara mandiri maka bright PLN Batam akan menghitung berdasarkan pemakaian rata – rata tiga bulan sebelumnya.

Diberitakan sebelumnya, meroketnya tagihan listrik di Batam tersebut menuai protes sejumlah pelanggan. Mereka mengeluhkan naiknya tagihan listrik di luar kewajaran, hingga lebih dua kali lipat jika dibandingkan dengan tagihan-tagihan sebelumnya, baik selama pandemi maupun sebelum pandemi Covid-19.

Protes tersebut marak diungkapkan para pelanggan listrik Batam di laman-laman media sosial. Apalagi bukan kali ini saja kenaikan tagihan listrik itu memicu polemik. Sebelumnya, April lalu, keluhan yang sama juga mencuat di masyarakat.

Anggar misalnya, bulan Mei lalu tagihan listriknya sekitar Rp640 ribu. Namun pada bulan Juni ini, tagihan listriknya mencapai Rp1,3 juta.

“Super nyesek cuy, tagihan listrik bengkak. Aku terperanjat,” kata warga Perumahan Laguna, Kelurahan Tanjungpiayu, Kecamatan Sungai Beduk ini dengan wajah kaget, Rabu (3/6/2020).

Kenyataan serupa dialami Alan. Bulan lalu tagihan listriknya hanya sekitar Rp450 ribu. Tapi tagihan listrik bulan ini, meroket hampir tiga kali lipat, sekitar Rp1,1 juta.

“Saya tiga bulan belakangan bayar tak sampai Rp500 ribu (per bulan),” ungkap warga Baloi Harapan, Sungai Panas ini.

Bella dalam akunnya juga kaget dengan tagihan listrik bulan Juni ini. Perbedaannya dengan bulan sebelumnya hampir enam kali lipat, dari sebelumnya sekitar Rp200 ribu menjadi Rp1,3 juta.

“Ini cara penghitungannya gimana yaa? Bisa tolong dijelaskan ini kenapa @bright_PLNBatam ?” tulis Bella. (rif)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *