Covid-19 Melonjak, Sekolah di Batam Batal Belajar Tatap Muka

  • Whatsapp
belajar tatap muka
Sekolah di Kecamatan Sei Beduk, Kota Batam, masih melaksanakan pembelajaran jarak jauh, Jumat (21/8/2020).

Batam, BatamEkbiz.com – Rencana sekolah-sekolah di Kota Batam untuk menggelar belajar tatap muka mulai pertengahan Agustus buyar. Penyebabnya, makin merebaknya wabah virus corona (Covid-19) di masyarakat, ditandai terus bertambahnya pasien positif Covid-19 dan kecamatan yang masuk zona merah.

Walikota Batam, Rudi mengaku, saat ini beberapa wilayah masih zona merah sehingga sekolah tatap muka belum bisa dilaksanakan. Bahkan, perekonomian Batam pun mulai terganggu.

Bacaan Lainnya

“Jadi, ini tugas kita semua,” ujar Rudi dalam acara penyerahan insentif bagi 3.677 guru swasta se-Kota Batam di Golden Prawn, Bengkong, Senin (24/8/2020).

Sebelumnya, Rudi mengatakan bahwa Batam akan melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka di sekolah mulai pertengahan Agustus. Sejumlah opsi digodok, mulai dari jumlah murid dari 40 menjadi 20 anak per kelas, menerapkan sistem shift pagi dan siang, atau bergantian masuk dan libur sekolah setiap harinya.

Baca juga: Pandemi, Siswa Baru di Batam Jalani Masa Pengenalan Sekolah dari Rumah

“Untuk sekolah yang memang sudah ada dua shift, kelas pagi dan siang, bisa dilaksanakan dengan memperpendek jam belajar. Misal biasanya 6 jam nanti dibuat jadi 3 jam. Tak perlu ada jam istirahat. Setelah belajar, pulang. Saya rasa itu tak masalah, yang penting disiplin,” tutur Rudi usai pertemuan dengan kepala sekolah di Dataran Engku Putri Batam Centre, Kamis (30/7/2020).

Namun keinginan Batam untuk membuka aktivitas sekolah secara tatap muka belum memungkinkan. Apalagi dengan terus bertambahnya pasien Covid-19 dan kecamatan yang masuk lagi ke zona merah, risikonya tinggi. (re)