Delegasi Singapura Kunjungi Pemko Batam. Ini yang Dibahas

  • Whatsapp

Batam Centre, BatamEkbiz.Com — Wali Kota Batam, Muhammad Rudi menerima kunjungan Delegation Executive Leaders Program dari Singapura pada Jumat 3 November 2017 di Kantor Walikota. Rombongan ini dipimpin Deputy Secretary Ministry of Education, Mr. Lim Boon Wee. Dalam menerima rombongan tersebut Wali Kota didampingi Sekretaris Daerah, Jefridin serta Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Batam.

Ada beberapa hal yang dibahas dalam pertemuan itu, seperti perencanaan pariwisata yang dilakukan di Batam. Karena menurut Mr. Lim Boon Wee, banyak masyarakat Singapura yang datang berkunjung ke Batam. Hal lain yang dibincangkan terkait tantangan yang dihadapi Batam serta seberapa besar pengaruh dibukanya fasilitas Maintenance, Repair and Overhaul (MRO) di Bandara Internasional Hang Nadim.

Bacaan Lainnya

Mengenai perencanaan pariwisata Batam, Wali Kota mengatakan Pemko Batam bekerjasama dengan asosiasi pariwisata. Selain itu ada juga event-event tingkat lokal maupun nasional yang dibuat di Batam dengan tujuan menarik wisatawan. Batam saat ini tengah melakukan penataan sehingga Batam sebagai kota destinati terwujud.

“Tadi saya baru pulang mengunjungi Pulau Putri. Disana akan dibangun seperti di Bali yang pantainya panjang, ini kami masing mengajukan izin ke pusat sehingga menjadi salah satu tujuan wisata,” jelasnya.

Bicara tantangan, Wali Kota menyebut begitu banyak tantangan yang dihadapi, terutama berkaitan dengan keputusan. Ini mengingat sebagai pimpinan ia tidak bisa langsung memutuskan, karena masih ada gubernur dan presiden selaku pengambil kebijakan. Kebutuhan di Kota Batam menurutnya hampir 50 persen berada di Singapura. Oleh karena itu, perlu dukungan dari Singapura dengan cara kerjasama antara Batam-Singapura. Diakuinya iklim investasi di Kota Batam saat ini tengah lesu dan Wali Kota mengatakan banyak perusahaan yang tutup.

“Industri ini masalah dunia, sejak minyak mengalami kenaikan yang berimbas pada dunia usaha. Apa yang menjadi masalah di Batam sudah saya laporkan kepada Presiden dan sudah minta petunjuk dari Presiden. Presiden memberi waktu dua tahun untuk transformasi dari FTZ menjadi KEK,” jelasnya.

Terkait pembangunan MRO di Batam, tentunya berpengaruh bagi Batam terutama dalam penyerapan tenaga kerja. Sebelumnya Lion Air, bahkan Lion Air telah membangun perumahan untuk karyawannya.

Sementara itu Mr. Lim Boon Wee mengatakan bahwa tujuan dari kunjungan itu untuk memahami keadaan Kota Batam. Bagaimana antara Batam dan Singapura dapat terjalin kerjasama sehingga ekonomi di dua negara bisa maju. “Batam dan Singapura tetangga dekat, bagaimana bisa menjalin kerjasama sehingga ekonomi bisa maju ke depannya,” ungkapnya. (hms)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *