Dewan Pers Prihatin Kekerasan Aparat ke Wartawan

  • Whatsapp
Sikap Dewan Pers atas kekerasan oknum aparat kepada wartawan.

Jakarta, BatamEkbiz.com – Dewan Pers menyatakan keprihatinan mendalam atas peristiwa kekerasan yang dialami para wartawan saat meliput aksi penolakan pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja. Ketua Dewan Pers, Mohammad Nuh, mendesak kepolisian melepaskan para wartawan jika masih ada yang ditahan.

“Dalam menjalankan tugasnya, wartawan dilindungi oleh undang-undang,” ujar Mohammad Nuh dalam siaran pers yang didapatkan batamekbiz.com, Selasa (13/10/2020).

Bacaan Lainnya

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers mencatat sebanyak empat jurnalis menjadi korban kekerasan saat meliput aksi penolakan UU Cipta Kerja di Jakarta pada 8 Oktober lalu. Jumlah kasus kekerasan ini belum termasuk dengan kasus serupa yang terjadi di luar Jakarta. Menurut Direktur Eksekutif LBH Pers Ade Wahyudin, kekerasan itu berupa penganiayaan hingga perampasan alat kerja.

Berikut sikap resmi Dewan atas kekerasan oknum aparat kepada wartawan tersebut:

  1. Dewan Pers mengecam dengan keras oknum aparat yang melakukan tindak kekerasan, intimidasi verbal dan perusakan alat kerja wartawan yang sedang melakukan kerja jurnalistik meliput demonstrasi.
  2. Dewan Pers meminta agar Kepolisian segera melepaskan para wartawan jika ada yang masih ditahan, serta memperlakukan mereka dengan baik dan beradab.
  3. Dewan Pers mengingatkan bahwa dalam menjalankan tugasnya, para wartawan dilindungi oleh Undang-Undang. Pasal 8 UU Pers Nomor 40 Tahun 1999 menyatakan, ‘Dalam melaksanakan profesinya, wartawan mendapat perlindungan hukum.’ Dalam konteks itu, semestinya Kepolisian bersikap hati-hati, proporsional, dan tidak melakukan tindakan kekerasan terhadap wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistik.
  4. Dewan Pers mengimbau kepada pihak media dan pihak keluarga wartawan agar segera memberitahukan ke Dewan Pers, Asosiasi Wartawan dan Kepolisian, jika ada unsur wartawan peliput demonstrasi yang belum ditemukan keberadaannya hingga saat ini dan/ atau wartawan yang sedang membutuhkan perawatan medis intensif karena menjadi korban kekerasan saat meliput demonstrasi.
  5. Dewan Pers mengimbau kepada semua pihak agar hanya meletakkan insiden kekerasan terhadap wartawan dalam konteks penegakan prinsip-prinsip Kemerdekaan Pers berdasarkan UU Pers Nomor 40 Tahun 1999.
  6. Dewan Pers mengimbau kepada segenap pers nasional, khususnya para wartawan agar senantiasa mengedepankan keselamatan dan kesehatan pada situasi pandemi Covid-19 seperti saat ini.

Dewan Pers juga mengingatkan agar wartawan senantiasa disiplin melaksanakan protokol kesehatan saat meliput peristiwa-peristiwa publik. Perusahaan pers memiliki kewajiban untuk memastikan keselamatan dan kesehatan para wartawannya dalam konteks ini. (re)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *