Batuaji, BatamEkbiz.Com — Kecurangan takaran pengisian bahan bakar minyak (BBM) terkuak saat inspeksi mendadak (sidak) Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dan ESDM Kota Batam di SPBU Seitemiang, Kelurahan Kibing. Ditemukan batas kesalahan takaran tidak wajar hingga sekitar 250 mililiter dari batas toleransi 100 ml per 20 liter.

Kepala Disperindag Kota Batam Rudi Sakyakirti mengatakan, dalam sidak tersebut pihaknya juga menemukan penyetel ukuran BBM yang tidak memenuhi standar dan tidak bersegel.

“Ada toleransi yang tidak wajar (pengurangan takaran), melebihi dari yang sudah ditetapkan undang-undang. Seharusnya untuk setiap 20 liter, maksimal kekurangannya 100 ml, tapi disini sampai 250 ml,” ungkapnya, Jumat, 10 Juni 2016.

Sidak ke sejumlah SPBU pada Kamis, 9 Juni 2016 tersebut dilakukan Disperindag bersama Balai Metrologi Wilayah Batam. Menurut Rudi, dalam sidak sebelumnya, penyetel ukuran BBM atau justir di SPBU Seitemiang tersegel dengan kawat. Tapi saat sidak kemarin, segel itu sudah tak ada lagi.

“Tujuan dari sidak ini adalah untuk menghindari kecurangan takaran agar masyarakat tidak dirugikan,” ujarnya.

Pemerintah sendiri sudah mengatur sanksi tegas bagi SPBU yang ketahuan melakukan tindak kecuringan, yakni dicabut izin usahanya. Sanksi yang akan dikenakan terhadap pelaku tindakan kecurangan penyaluran BBM tersebut dalam UU Nomor 2 Tahun 1981 adalah ancaman pidana maksimal satu tahun penjara. Namun dari segi administrasi adalah pencabutan izin usaha. (R05)